Gyro Canopy, Skuter Roda Tiga Anti Panas dan Hujan

Honda Gyro merupakan lini kendaraan roda tiga yang pertama kali diperkenalkan pada awal 1980-an di Jepang.

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa
Honda Gyro Canopy 

TRIBUNJOGJA.COM - Bagi para pecinta motor, mengoleksi kendaraan bukan sekadar hobi melainkan bentuk kecintaan mendalam terhadap desain, sejarah, dan karakter tiap kendaraan yang mereka miliki.

Setiap tambahan koleksi menghadirkan sensasi tersendiri, mulai dari proses pencarian, perburuan suku cadang, hingga momen pertama menyalakan mesin motor yang telah lama diincar. 

Pencapaian itu dialami oleh Christian Dwiki, warga Bantul yang kini menambah koleksi motor skuter barunya: Honda Gyro Canopy, menyusul sang "kakak", Honda Gyro X yang telah lebih dulu menemaninya.  

Keduanya merupakan varian motor roda tiga, di mana Honda Gyro X memiliki ciri khas memiliki rak di bagian depan dan belakang, sehingga banyak digunakan masyarakat untuk berniaga atau untuk mengantarkan barang.

“Dari awal beli memang pengen banget bisa ngoleksi semua seri Honda Gyro,” ujar Dwiki. 

Baginya, desain nyentrik dan tidak biasa dari Gyro menjadi daya tarik utama.

Skuter ini memang bukan barang umum di jalanan Indonesia, dan mungkin hanya para penggemar fanatik yang akan langsung mengenalinya dari kejauhan.

Honda Gyro merupakan lini kendaraan roda tiga yang pertama kali diperkenalkan pada awal 1980-an di Jepang.

Ciri khasnya adalah mekanisme kemudi yang memungkinkan bagian belakang tetap sejajar dengan tanah sementara bagian depan dapat miring saat menikung.

Mekanisme tilting three wheel ini memberi sensasi mengendarai motor biasa namun dengan stabilitas ekstra.

Gyro tersedia dalam beberapa varian, di antaranya Gyro X, Gyro Canopy, dan Gyro UP.

Khusus Gyro Canopy, seperti namanya, model ini dirancang dengan atap dan kaca depan untuk melindungi pengendara dari cuaca, menjadikannya populer untuk keperluan pengantaran barang atau makanan di Jepang.

Mesin yang digunakan adalah 2-tak 50cc, cukup untuk kebutuhan komuter dalam kota.

Dwiki cukup beruntung, karena ia tak perlu berburu panjang untuk mendapatkan motor ini.  

“Hunting-nya nggak sulit karena ini punya temen saya, jadi lebih mudah,” ungkapnya. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved