Kebakaran Hutan di Giripeni

BREAKING NEWS: Kebakaran Kawasan Hutan Jati di Giripeni Kulon Progo, Ini Penyebabnya

Kawasan hutan jati yang berada di Kalurahan Giripeni, Kapanewon Wates, Kulon Progo terbakar pada Kamis (07/09/2023) kemarin. Kebakaran tersebut

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Personel Damkar Kulon Progo berupaya memadamkan api di lahan hutan jati wilayah Kalurahan Giripeni, Kapanewon Wates, Kulon Progo, Kamis (07/09/2023) lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Kawasan hutan jati yang berada di Kalurahan Giripeni, Kapanewon Wates, Kulon Progo terbakar pada Kamis (07/09/2023) kemarin.

Kebakaran tersebut berhasil cepat dipadamkan.

Lurah Giripeni, Iswanto Adi Saputro membenarkan adanya kejadian kebakaran tersebut.

"Kejadiannya sekitar pukul 13.30 WIB siang kemarin," jelas Iswanto pada wartawan, Jumat (08/09/2023).

Baca juga: Festival Cokelat Nglanggeran Jadi Ajang Angkat Potensi Lokal di Gunungkidul

Kawasan yang terbakar berada di wilayah Padukuhan Gunung Gempal. Persisnya tak jauh di belakang Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Giripeni.

Berdasarkan keterangan warga, Iswanto mengatakan kebakaran terjadi karena ada yang membakar sampah di dekat situ. Namun bakaran sampah ditinggal hingga akhirnya merambat ke lahan hutan jati.

"Apalagi di sini banyak dedaunan kering sehingga api cepat merambat," ujarnya.

Iswanto mengatakan api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar 1 jam setelah dilaporkan. Prosesny melibatkan tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kulon Progo.

Yanto, personel Damkar Kulon Progo mengatakan lahan yang terbakar luasnya sekitar 1.500 meter persegi. Pihaknya sempat kesulitan melakukan pemadaman.

"Sebab jalannya sempit untuk dilewati armada kami," jelasnya.

Menurut Yanto, kobaran api turut mengancam bangunan rusunawa hingga sejumlah rumah warga di sekitarnya. Beruntung api akhirnya berhasil dipadamkan.

Ia pun mengimbau warga agar lebih berhati-hati saat beraktivitas dengan api di musim kemarau. Sebab selain lebih kering, angin juga bertiup lebih kencang dan membuat api cepat menjalar.

"Harus ditunggui sampai apinya benar-benar padam saat sedang membakar sampah," kata Yanto. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved