Filsafat

Biodata dan Profil Jacques Derrida, Sang Filsuf Postmodern

Jacques Derrida dikenal sebagai salah satu filsuf postmodern selain Lyotard dan Foucault.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
Pinterest
Profil Jacques Derrida, Sang Filsuf Postmodern 

Derrida dikenal karena pergaulannya yang luas dengan sesama intelektual Perancis.

Perkenalannya dengan Althusser dan Foucault selama belajar di ENS menorehkan jejak mendalam dalam pemikirannya.

Selama 40 tahun karir intelektualnya, Derrida telah menjadi salah satu publik figur dan pemikir berpengaruh di dunia.

Baca juga: Mengenal Sosok Al Kindi Bapak Filsafat Islam yang Dituduh Kafir

Pengakuan itu dapat dilihat dari pengakuan akan orisinalitas maupun produktivitas pemikirannya.

Hal ini sangat terasa pada ranah filsafat dan studi-studi kesusastraannya.

Ada sekitar 400 sampai 500 disertasi telah ditulis dan dipersembahkan untuk mengkaji pemikirannya.

Selain itu, sudah lebih dari 17.000 kali namanya dikutip dalam jurnal-jurnal terbitan internasional.

Popularitas Derrida jelas tidak bisa dipisahkan dari teori dekonstruksinya yang hingga detik ini masih memicu kontroversi dan perdebatan hangat di kalangan akademisi dan teoritisi.

Pemikiran dekonstruksi Derrida lahir ketika modernisme dan proyek pencerahan seperti yang diusung para filsuf berhaluan humanis tengah menghadapi krisis yang akut dan mendekati titik-titik kehancurannya.

Situasi ini sering disebut-sebut sebagai era postmodern.

Sebetulnya, di kalangan ilmuwan sendiri masih terjadi perbedaan pendapat yang cukup tajam mengenai pengertian postmodern dan batas-batasnya.

Namun, secara umum dapat dikemukakan bahwa postmodernisme merupakan reaksi dan kritik (sistematis) terhadap keseluruhan proyek moderinsme Barat yang pada dasarnya berintikan pandangan dunia yang berorientasi pada kemajuan (the idea of progress).

Sayangnya, sejak didiagnosis menderita kanker hati pada 2003, Derrida harus mengurangi jadwal acaranya yang padat itu.

Walaupun begitu, ketika usianya kian merangkak senja, Derrida masih terus memberikan ceramah, diskusi, dan menulis buku.

Karya-karya terkenal Jacques Derrida:

1. La voix et le phenomène (1967)
2. L'écriture et la différance (1967)
3. De la grammatologie (1967)
4. Marges de la philosophie (1972)
5. Glas (1974)
6. Éperons: les styles de Nietzsche (1978)
7. De l'esprit: Heidegger et la question (1987)
8. Spectres de Marx (1993)
9. Force de loi (1994)
10. Voyous (2003)

Dikutip dari buku “Derrida” karya Muhammad Al Fayyadl (MG Indah Yulia Agustina)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved