Cerita Mbok Lastri Penjual Pecel Ayam di Klaten Dibayar Pakai Uang Palsu Pecahan Rp 50 Ribu
Pria itu Lastri datang sendiri. Ia belanja seharga Rp 23 ribu. Lalu membayar dengan uang pecahan Rp 50 ribu.
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Nasib apes harus diterima oleh Lastri (52) penjual pecel ayam di Kelurahan Barenglor, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Pasalnya, ia tertipu uang palsu oleh seorang pembeli yang tidak ia kenal yang membeli dagangannya.
Mbok Lastri bercerita jika peristiwa itu terjadi pada Senin (28/8/2023) malam sekitar pukul 11.00 WIB.
Saat itu warung pecel ayamnya akan tutup karena suasana sudah mulai sepi.
Tiba-tiba datang seorang pria dewasa mengendarai sepeda motor matik membeli dagangannya.
"Saya sudah mau tutup senin malam itu, terus ada orang datang nanya, masih ada bebek goreng, terus saya jawab masih terus dia pesan satu porsi," ujarnya saat TribunJogja.com temui di warungnya, Rabu (30/8/2023) malam.
Pria yang tak ia kenal itu setelah memesan makanan kemudian duduk lesehan di pojok warungnya.
Baca juga: Tak Ada Hal Meringankan, Pelaku Mutilasi Perempuan di Pakem Divonis Mati
Kemudian dengan lahap menyantap bebek goreng yang dipesan.
"Setelah selesai makan pria itu membayar, bayarnya bukan ke saya tapi ke Mbak Asih (58)," ucapnya.
Pria itu lanjut Mbok Lastri datang sendiri. Ia belanja seharga Rp 23 ribu.
Lalu membayar dengan uang pecahan Rp 50 ribu.
"Waktu terima kan Mbak Asih, jadi saya kurang tahu pas saya cek ternyata kok uangnya kok halus dan saya kira itu palsu," jelasnya.
Menurutnya, uang pecahan Rp 50 ribu tersebut sudah ia perlihatkan ke salah seorang pegawai bank pelat merah yang juga pelanggan dagangnya.
Dari keterangan pegawai bank itu dikatakan jika uang Rp 50 ribu itu palsu.
"Pria itu baru pertama kali belanja di sini. Saat bayar dia buru-buru pergi," kata Mbok Lastri.
Menurut Mbok Lastri, tertipu akibat uang palsu itu merupakan yang kedua kalinya bagi dia.
Dulu, sekitar empat tahun lalu pernah tertipu juga akibat uang palsu pecahan Rp 100 ribu.
"Saya nggak lapor ke polisi karena kali ini rugi Rp 50 ribu. Tapi ini ke depan jadi lebih hati-hati lagi pada pembeli yang baru," ulasnya. (*)
Bupati Klaten Dicurhati Masalah Irigasi Pertanian Saat Hadiri Acara Sambung Rasa |
![]() |
---|
Aksi Heroik Bu Ning Gagalkan Upaya Perampok Gasak Uang dan Kalung Emas, Pelaku Kabur Ketakutan |
![]() |
---|
Kronologi Pesta Pernikahan di Sikka Berubah jadi Petaka, Pria Ngamuk Tusuk 3 Orang, Satu Tewas |
![]() |
---|
Residivis di Bantul Kembali Berulah, Gasak Motor Milik Warga Kretek |
![]() |
---|
Pelaku Pembacokan di Jalan Menur Bantul Terancam 7 Tahun Penjara |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.