Hilang Sejak 1986, Jasad Pendaki Kembali Muncul di Antara Gletser yang Mencair
Berdasarkan analisa DNA, jasad itu dipastikan merupakan seorang pendaki gunung yang dilaporkan hilang sejak tahun 1986.
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM - Pada bulan September 1986, seorang pendaki Jerman berangkat mendaki Pegunungan Alpen Swiss.
Namun sejak saat itu, dia tidak pernah terlihat lagi.
Kini, 37 tahun kemudian, jenazahnya dan perlengkapan pendakiannya telah ditemukan di antara gletser yang mencair.
Hal itu diketahui lewat pengumuman yang dikeluarkan Kepolisian Wilayah Valais pada 12 Juli 2023 lalu.
Mereka menyebutkan bahwa pihaknya telah menemukan jasad manusia lengkap dengan perlengkapan pendakian.
Berdasarkan analisa DNA, jasad itu dipastikan merupakan seorang pendaki gunung yang dilaporkan hilang sejak tahun 1986.
Baca juga: Kisah Las Vegas Kuno, Tempat Maksiat yang Tenggelam ke Dasar Laut
Sebagaimana dilansir The Guardian, jasad itu ditemukan oleh dua orang pendaki.
Mereka saat itu sedang berjalan di sepanjang Gletser Theodul di Zermatt, Valais, Swiss selatan.
Saat itu, mereka melihat ada sesuatu di dalam es.
Setelah diperiksa lebih lanjut, mereka menemukan jasad manusia serta beberapa perlengkapan pendakian, termasuk di antaranya sepatu bot bertali merah.
Jasad itu kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Valais di Sion.
Di rumah sakit, para peneliti dari departemen kedokteran forensik yang bekerja sama dengan polisi, berhasil mengidentifikasi jasad itu.
Mereka menyebut jasad itu merupakan seorang pendaki yang hilang 37 tahun lalu.
Sebagai informasi, sekitar 300 orang pendaki dilaporkan hilang di Pegunungan Alpen selama 100 tahun terakhir.
Sebagaimana dilansir CBS News, banyak dari jasad para pendaki itu ditemukan akhir-akhir ini bersamaan dengan proses pencairan gletser.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pegunungan-Alpen-Swiss.jpg)