Ajaran Filsuf
Apa Itu Cinta? Apa Saja Jenisnya? Simak Penjelasannya Menurut Erich Fromm Sang Ahli Cinta
Adalah benar bahwa orang egois tidak mampu mencintai orang lain, dan mereka juga tak mampu mencintai diri mereka sendiri.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
Dalam cinta erotis, terdapat eksklusivitas yang nyaris tak ada dalam cinta persaudaraan dan cinta keibuan.
Jenis cinta ini dapat digambarkan sebagai dua orang yang mengidentifikasi dirinya pada pasangannya.
Lalu mengatasi persoalan terasing dengan meluaskan individu satu menjadi dua.
Mereka memang telah mengatasi kesendirian, tapi karena terpisah dari seluruh umat manusia, mereka tetap terpisah dari satu sama lain dan terasing dari diri sendiri, mereka mengalami penyatuan sebagai ilusi.
4. Cinta Diri
Menghormati integritas dan kekhasan diri, mencintai dan memahami diri sendiri, tak dapat dipisahkan dengan menghormati, mencintai, dan memahami individu lain.
Adalah benar bahwa orang egois tidak mampu mencintai orang lain, dan mereka juga tak mampu mencintai diri mereka sendiri.
Mencintai adalah aktualisasi dan pemusatan kekuatan cinta.
Afirmasi mendasar yang terdapat dalam cinta diarahkan pada yang dicintai sebagai inkarnasi dari sifat-sifat manusia.
5. Cinta Tuhan
Kebutuhan mencintai berasal dari perasaan terasing dan keinginan mengalahkan keterasingan yang menggelisahkan itu melalui penyatuan.
Bentuk religius dari cinta disebut cinta Tuhan.
Sesungguhnya , cinta Tuhan mempunyai banyak sifat dan aspek.
Terdapat sebuah persamaan penting antara cinta pada orang tua dan cinta kepada Tuhan.
Anak mengawali cinta dengan terikat pada ibunya sebagai sumber segala kehidupan.
Sama seperti manusia yang sangat membutuhkan kasih sayang Tuhan untuk dapat menjalani kehidupan.
Dikutip dari buku “The Art of Loving” karya Erich Fromm. (MG Indah Yulia Agustina)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.