Ajaran Filsuf
Apa Itu Cinta? Apa Saja Jenisnya? Simak Penjelasannya Menurut Erich Fromm Sang Ahli Cinta
Adalah benar bahwa orang egois tidak mampu mencintai orang lain, dan mereka juga tak mampu mencintai diri mereka sendiri.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
Berikut jenis-jenis cinta menurut Erich Fromm:
1. Cinta Persaudaraan
Cinta persaudaraan merupakan jenis cinta paling fundamental yang mendasari seluruh jenis cinta.
Cinta ini untuk seluruh umat manusia, cirinya tak banyak eksklusivitas.
Dalam cinta persaudaraan, hadir perasaan bersatu dengan seluruh manusia, solidaritas sesama, dan kesatuan manusia.
Cinta ini dapat dimanifestasikan dengan rasa tanggung jawab, perhatian, saling menghargai dan menghormati, kasih sayang sesama manusia, dan bertindak adil dalam bermasyarakat.
2. Cinta Keibuan
Cinta keibuan adalah afirmasi tanpa syarat atas hidup sang anak dan kebutuhannya.
Afirmasi pada hidup anak punya dua aspek, aspek yang pertama adalah perhatian dan tanggung jawab yang sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan anak.
Aspek lainnya lebih dari sekadar memelihara, yaitu perilaku yang menanamkan dalam diri anak cinta untuk hidup.
Hubungan ibu dan anak pada dasarnya adalah cinta yang tak setara, di mana yang satu membutuhkan semua bantuan, dan yang lain memberikannya.
Karena sifat altruistis dan tidak egois inilah cinta keibuan dianggap sebagai jenis cinta tertinggi dan paling sakral di antara semua ikatan emosional.
3. Cinta Erotis
Cinta erotis yaitu hasrat untuk bersatu sepenuhnya, bersatu dengan dua seorang.
Cinta ini pada dasarnya eksklusif dan tidak universal, juga mungkin bentuk cinta paling memperdaya yang pernah ada.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.