Terdampak Kekeringan, Warga Tegalmulyo Klaten Terpaksa Beli Air Bersih
Kepala Desa Tegalmulyo, Sutarno, menjelaskan desa yang ia pimpin sudah mulai mengalami kekeringan selama tiga bulan terakhir.
Tayang:
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM/ ALMURFI SYOFYAN
Sejumlah warga Dukuh Mbangan, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah saat mengantre pembagian air bersih, Selasa (22/8/2023).
Dijelaskan Syahruna, di Kecamatan Kemalang terdapat lima desa yang mengalami kekeringan yakni di Desa Sidorejo, Tegalmulyo, Tlogowatu, Kendalsari dan Tangkil.
Dari lima desa itu, kata dia terdapat 3.963 kepala keluarga (KK) atau sekitar 14.891 jiwa yang mengalami kekeringan atau krisis air bersih.
Sedangkan di Kecamatan Bayat terdapat dua desa yang paling terdampak kekeringan yakni di Desa Jambakan dan Ngerangan.
"Di dua desa itu terdapat 422 KK yang kekeringan atau sekitar 1.572 jiwa," jelasnya.
Diakui Syahruna, suplai air bersih telah diberikan oleh BPBD Klaten kepada 16.463 jiwa itu sejak Juni 2023.
Totalnya, hingga saat ini terdapat 216 tangki air yang telah disalurkan pada warga di tujuh desa dari dua kecamatan tersebut. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sejumlah-warga-Dukuh-Mbangan-antre-air-bersih.jpg)