Terdampak Kekeringan, Warga Tegalmulyo Klaten Terpaksa Beli Air Bersih
Kepala Desa Tegalmulyo, Sutarno, menjelaskan desa yang ia pimpin sudah mulai mengalami kekeringan selama tiga bulan terakhir.
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Ratusan kepala keluarga (KK) di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mengalami krisis air bersih atau terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun 2023 ini.
Warga di lereng Gunung Merapi itu, selain mengandalkan bantuan air, juga terpaksa membeli air bersih demi memenuhi kebutuhan selama musim kemarau tersebut.
Kepala Desa Tegalmulyo, Sutarno, menjelaskan desa yang ia pimpin sudah mulai mengalami kekeringan selama tiga bulan terakhir.
"Hampir 500 KK yang terdampak kekeringan, itu tersebar di 17 dukuh. Kalau jiwanya sekitar 1.200-an, sudah tiga bulan ini mulai sulit air," ujarnya saat TribunJogja.com temui di desa itu, Selasa (22/8/2023).
Sutarno menyampaikan, warga di desa itu juga ada yang membeli tangki air sendiri untuk memenuhi kebutuhan airnya.
Sebab, jika mengandalkan bantuan air tidak bisa memenuhi kebutuhan karena jumlahnya terbatas.
"Kalau beli tangki sendiri banyak, kalau kita andalkan bantuan tidak mencukupi. Harga air bersih per tangki beragam," ulasnya.
Satu tangki air bersih yang dibeli oleh warga harganya beragam mulai dari Rp270 ribu hingga Rp350 ribu.
"Harganya Rp350 ribu ke daerah paling atas, kalau sekitar balai desa sekitar Rp270 ribu," ucapnya.
Ia mengatakan, satu tangki air tersebit bisa digunakan oleh satu keluarga untuk dua pekan.
"Kalau bantuan biasanya dikirim ke bak umum, di masing-masing RT sudah ada bak penampungan air," ulasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Syahruna, mengatakan sebanyak 16.463 warga yang tersebar di dua kecamatan di Klaten mengalami krisis air bersih.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, belasan ribu warga itu terpaksa membeli atau mengandalkan suplai air bersih dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten.
belasan ribu warga yang terdampak kekeringan itu berasal dari Kecamatan Kemalang dan Kecamatan Bayat.
"Dua kecamatan yang paling terdampak yakni Kemalang dan Bayat. Dari dua kecamatan ini, Kemalang paling parah," ujarnya saat TribunJogja.com temui di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Selasa (22/8/2023).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sejumlah-warga-Dukuh-Mbangan-antre-air-bersih.jpg)