Respon Atas Latihan Perang AS dan Korsel di Semanjung Korea, Korea Utara: Bisa Picu Perang Nuklir

Menurut Korea Utara, latihan perang yang digelar oleh Korsel dan AS tersebut bisa memicu perang termonuklir.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
STRINGER / KCNA VIA KNS / AFP
Gambar ini diambil pada 18 Februari 2023 dan dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 19 Februari 2023 menunjukkan uji tembak rudal balistik antarbenua (ICBM) "Hwasong-15", di Bandara Internasional Pyongyang. - Korea Utara (Korut) mengonfirmasi telah menembakkan rudal balistik antarbenua (ICBM) dan bahwa itu adalah Hwasong-17 

TRIBUNJOGJA.COM - Korea Utara menyebut perang termonuklir skala besar yang belum pernah terjadi sebelumnya di kawasan Semenanjung Korea semakin mendekati kenyataan.

Hal itu merupakan respon dari Korea Utara atas latihan perang yang dilakukan oleh Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Menurut Korea Utara, latihan perang yang digelar oleh Korsel dan AS tersebut bisa memicu perang termonuklir.

“Perang termonuklir skala besar yang belum pernah terjadi sebelumnya semakin mendekati Semenanjung Korea sebagai kenyataan,” kata KCNA dalam laporan berbahasa Inggris seperti yang dikutip dari Tribunnews.com.

Sementara itu, Korea Utara juga menuduh Seoul, Washington dan Tokyo mengadakan pertemuan puncak trilateral mereka di Camp David pekan lalu, Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) dalam sebuah komentar, dikutip dari Yonhap.

Tujuan pertemuan itu disebut-sebut menyepakati serangkaian dokumen yang berisi rincian rencana dan rumusan provokasi perang nuklir.

Laporan itu seraya menambahkan bahwa latihan militer sekutu bersifat “agresif”, kemungkinan besar melibatkan aset strategis nuklir AS.

Baca juga: Spesifikasi Jet Tempur F-15EX yang Diborong Indonesia, Mampu Luncurkan Senjata Hipersonik

Latihan Perang Besar-besaran

Sementara itu, latihan perang yang dijalankan oleh Korea Selatan dengan AS yang diberi nama Ulchi Freedom Shield mulai dilaksanakan pada Seni (21/8/2023).

Rencananya, latihan perang tersebut akan berlangsung selama 11 hari dengan skenario perang habis-habisan.

Kegiatan ini seperti latihan pos komando berbasis simulasi komputer, pelatihan lapangan bersamaan, dan latihan pertahanan sipil Ulchi.

Korea Utara telah lama mengecam latihan militer Seoul-Washington sebagai latihan invasi, dikutip dari Korea Herald. 

PBB Kembali Kecam Program Nuklir Korea Utara

Dalam beberapa tahun terakhir, Korea Utara semakin intens untuk mengembangkan program nuklirnya.

Langkah dari Korea Utara itu mendapatkan perhatian serius dari banyak pihak, salah satunya PBB.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved