Berita Bantul Hari Ini

Bangunan SDN Semuten di Dlingo Bantul Rusak, Atap dan Dinding Hampir Ambrol

Kondisi gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Semuten yang berada di Padukuhan Semuten, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul,

Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Neti Istimewa Rukmana
Kepala SDN Semuten sedang menunjukkan kerusakan bangunan di SDN Semuten pada Kamis (10/9/2023). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kondisi gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Semuten yang berada di Padukuhan Semuten, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami kerusakan yang cukup parah.

Sejumlah kayu penyangga genteng dan plafon di tiga ruang di sekolah itu yakni satu ruang guru, kepala sekolah dan gudang, satu ruang kelas 5 dan satu ruang kelas 6 terlihat rapuh, melengkung, serta terancam ambrol.

Tidak hanya itu saja, sejumlah dinding hingga lantai keramik SDN Semuten tersebut terlihat retak dan pecah-pecah. 

Baca juga: Sempat Dibersihkan, Gunungan Sampah Kembali Hiasi Sisi Timur Jembatan GL Zoo Kota Yogyakarta

Kepala SDN Semuten, Subardiyo, mengkonfirmasi, kondisi kerusakan itu perlahan mulai berlangsung sejak 2017 lalu dan terus bertambah parah hingga saat ini.

Disampaikannya, faktor kerusakan bangunan tersebut tak lain dikarenakan usia bangunan yang sudah tua. 

"Sekolah itu kan dibangun pada 1984 dan memang sempat dibangun ulang pada 2008, gara-gara gempa pada 2006. Tapi, beberapa tahun lalu mulai rusak lagi. Bahkan warga dan orang tua atau wali murid merekomendasikan untuk tidak belajar di ruangan-ruangan yang rusak itu," katanya kepada awak media di SDN Semuten, Kamis (10/8/2023).

Maka dari itu, sejak sebulan yang lalu, ruang kelas 5 di sekolah itu tidak dipergunakan.

Tempat proses belajar mengajar para siswa kelas tersebut pun sementara ini dipindah ke ruang kantin SDN 1 Semuten. 

Sedangkan, tempat proses belajar mengajar siswa kelas 6 masih bertahan di lokasi tersebut.

Begitu pula dengan tempat guru, kepala sekolah dan gudang yang tergabung dalam satu ruang masih bertahan di lokasi tersebut. 

"Kami sebenarnya kekurangan ruangan. Jadi mau tidak mau harus bertahan di lokasi itu. Dan sebenarnya kami merasa was-was kalau atap kami ambrol. Terlebih saat hujan deras dan angin kencang, kami lebih was-was lagi," ungkap seseorang yang telah menjabat sebagai kepala SDN Semuten sejak 2010 lalu.

Hal itu pun menuai perhatian khusus dari para orang tua dan wali murid SDN Semuten dan warga di sekitar sekolah tersebut.

Beberapa warga di area itu sempat memberikan rekomendasi perpindahan tempat proses belajar mengajar sementara di balai desa dan di rumah-rumah warga yang kosong di dekat sekolah itu.

"Tapi, untuk sementara ini belum kami ambil rekomendasi itu. Ada juga yang ngasih rekomendasi untuk bangun tenda untuk tempat belajar mengajar di sekolah itu," katanya.

"Sebenarnya kami sudah memberitahukan hal itu kepada pemerintah kabupaten terutama Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul. Tapi katanya mau diperbaiki tahun depan," sambung Subardiyo.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved