Berita Kota Yogya Hari Ini

Pemkot Yogyakarta Optimalkan Peran KTB untuk Antisipasi Bencana Akibat Cuaca Ekstrem

Potensi bencana akibat hujan disertai angin kencang yang berdampak pada longsor dan bangunan roboh masih mengintai Kota Yogya. 

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
Dok Pemkot Yogyakarta
Salah satu giat simulasi kebencanaan yang digelar BPBD Kota Yogya di salah satu perkampungan warga. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Potensi bencana akibat hujan disertai angin kencang yang berdampak pada longsor dan bangunan roboh masih mengintai Kota Yogya. 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta, Nur Hidayat, berujar, berdasarkan data per Juli 2023, bencana yang terjadi di Kota Pelajar pemicunya didominasi oleh hujan dengan intensitas ekstrem dan angin kencang.

"Dampaknya, longsor di bantaran sungai, pohon besar tumbang dan bangunan rusak, seperti atap roboh. Ada juga rumah rusak, tapi akibat gempa bumi, ya, karena memang konstruksi bangunan sudah tidak kuat dan atapnya lapuk," tandasnya.

Untuk itu, kesiapsiagaan bencana didorong dan harus dimiliki setiap warga masyarakat, salah satunya lewat pembentukan Kampung Tangguh Bencana (KTB).

Menurut Nur Hidayat, KTB didesain supaya setiap warga mempunyai kesadaran, kemauan, serta kemampuan dalam merencanakan penanggulangan bencana di kampungnya.

"Kesiapsiagaan yang harus dibangun itu meliputi mengenali perkiraan dampak bencana, membentuk relawan siaga bencana kampung, merencanakan aksi kampung untuk penanggulangan bencana, hingga pemetaan risiko dan jalur evakuasi," urainya.

Menurutnya, KTB punya tugas untuk mewanti-wanti masyarakat, supaya mewaspadai potensi bencana yang khususnya disebabkan cuaca ekstrem.

"Keberadaan KTB diharap bisa menjadikan warga terus memantau kondisi lingkungan masing-masing wilayah, soal kerawanan dan kerentanan bencana," tandas Kalak BPBD.

Sehingga, ia pun bakal mengoptimalkan fungsi KTB, dengan pembentukan kepengurusan, manajemen bencana melalui simulasi siap siaga kebencanaan, hingga fasilitasi alat kebencanaan.

"Seperti kelengkapan P3K, HT, motor, genset, pompa air dan lain sebagainya. Lalu, simulasi kesiapsiagaan bencana juga sudah jadi bagian dari KTB itu, yang dilakukan bergiliran di kampung," katanya.

"Simulasi juga dilakukan ke sekolah, perhotelan, kantor-kantor, agar warga masyarakat di Kota Yogya ini memiliki kemampuan dan kesiapsiagaan bencana," imbuh Nur Hidayat. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved