Berita Pendidikan Hari Ini
DPD RI Sebut Jogja Masih Kekurangan SLB, Terutama di 2 Kabupaten Ini
Keterbatasan jumlah SLB tersebut, jelas menghambat upaya pemberdayaan kaum disabilitas yang dewasa ini terus digencarkan oleh pemerintah pusat.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Jumlah Sekolah Luar Biasa ( SLB ) di DI Yogyakarta rupanya masih kurang memadahi, untuk mewadahi para penyandang disabilitas, yang ternyata tidak sedikit.
Fenomena itu, terkuak dalam rapat kerja (raker) DPD RI, yang berlangsung di Kantor Perwakilan DPD RI DIY, Kota Yogyakarta , Selasa (1/8/2023) siang.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota DPD RI Dapil DIY, Cholid Mahmud, menyampaikan, kekurangan SLB pada khususnya terjadi di Kabupaten Gunungkidul dan Kulon Progo.
Dengan wilayah yang cenderung luas, serta banyaknya penyandang disabilitas , SLB yang berdiri di 2 daerah itu terbilang sedikit dan tak sepadan.
Baca juga: SLB IT Alam Asatama Diresmikan, Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus di Cangkringan Makin Terbuka
"Misalnya di Gunungkidul, SLB cuma ada 2. Padahal, luas wilayahnya hampir 50 persennya DIY. Jadi, akses untuk warga sangat sulit itu, ya," ucap Cholid.
Menurutnya, keterbatasan jumlah SLB tersebut, jelas menghambat upaya pemberdayaan kaum disabilitas yang dewasa ini terus digencarkan oleh pemerintah pusat.
Sementara, terang Cholid, DIY sejatinya sudah lebih maju dibandingkan nasional, karena sudah memiliki Perda mengenai disabilitas sejak 2012 silam.
"Tapi, ternyata di 2 kabupaten itu masih banyak orang tua yang membiarkan anak difebelnya begitu saja, karena sulitnya mengakses pendidikan. Apalagi, yang jaraknya jauh-jauh itu rata-rata warga kurang mampu, jadi sangat memberatkan," katanya.
"Bisa-bisa (kalau waktunya) untuk mengantar dan menjemput anaknya sekolah, mereka tidak dapat bekerja, karena jaraknya sangat jauh. Makanya, ini harus ada solusi dari pemerintah daerah," lanjut Cholid.
Sementara, Sub Koordinasi Bidang Kurikulum dan Pendidikan Khusus Disdikpora DIY, Suryanto, berujar, sejauh ini terdapat 5.073 penyandang disabilitas di DIY yang telah terakses SLB .
Baca juga: Bupati Halim Dorong dan Dukung Hadirnya Vokasi Keterampilan Siswa SLB Bantul
Namun, ia mengakui, masih ada lebih kurang 1.200 difabel usia pelajar yang tak dapat mengakses SLB karena kendala jarak.
"Rata-rata itu karena kesulitan akses, tidak ada yang mengantar. Itu banyak terjadi di Gunungkidul. Kaitannya dengan budaya juga, banyak orang tua siswa yang belum tergerak menyekolahkan," cetusnya.
Suryanto pun menjelaskan, secara keseluruhan di DIY sudah berdiri sebanyak 81 SLB, dengan rincian 9 SLB negeri dan sisanya di bawah pengelolaan swasta.
Di samping jumlah sekolah yang cenderung minimalis, pihaknya pun harus berhadapan dengan kendala kekurangan guru di mapel-mapel tertentu.
"Kami masih terkendala kekurangan guru, terutama seni dan olahraga. Bahkan, terdapat SLB yang belum punya guru olahraga, karena memang belum ada pengangkatan lagi, ya," ungkapnya. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/DPD-RI-Sebut-Jogja-Masih-Kekurangan-SLB-Terutama-di-2-Kabupaten-Ini.jpg)