Kasus Antraks di Gunungkidul
GIPI DIY Berharap kasus Antraks Tuntas Agar Tidak Berdampak pada Industri Pariwisata
Jika kasus antraks tidak terklarifikasi dengan baik justru akan menjadi bola liar yang merugikan industri pariwisata.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY berharap kasus antraks yang ditemukan di Gunungkidul dapat teratasi dengan baik sehingga tidak berdampak pada industri pariwisata DIY.
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardyanto Setyo Ajie mengatakan pariwisata adalah industri yang sangat sensitif.
Menurut dia, jika kasus antraks tidak terklarifikasi dengan baik justru akan menjadi bola liar yang merugikan industri pariwisata.
"Jadi isu antraks ini harus ter clearance dengan baik di publik. Karena kalau tidak, pasti akan jadi bola liat informasi. Sehingga Pemda DIY maupun Pemkab Gunungkidul, harus menyampaikan informasi sejelas-jelasnya kepada publik," katanya, Kamis (06/07/2023).
Baca juga: Dinkes DIY Sebut Status KLB Perlu Diberlakukan di Gunungkidul untuk Tangani Antraks
Ia berharap penanganan kasus antraks tuntas, dan pemerintah memberikan informasi kepada publik terkait perkembangan kasus.
"Sehingga wisatawan yakin bahwa memang Gunungkidul dan DIY aman untuk dikunjungi. Penanganan kasus antraks harus sampai tintas. Disamping penanganan dari sisi kesehatan, upaya promosi pariwisata juga harus berjalan," lanjutnya.
Bobby menyebut persentase kunjungan wisatawan Gunungkidul terhadap total kunjungan wisatawan ke DIY terbilang besar, terutama daerah pantai.
"Sehingga infomasi ke publik ini sangat penting, supaya tidak kepercayaan untuk berwisata ke Jogja,"terangnya.
Agar kasus antraks tidak berdampak negatif pada industri pariwisata, membutuhkan kerja sama seluruh stakeholder pariwisata. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kota-yogyakarta-negatif-anthrax.jpg)