Bulan Bung Karno 2023
Mengapa Bulan Juni Disebut Bulan Bung Karno? Ini 3 Momen Bersejarah yang Jadi Alasannya
Inilah 3 peristiwa bersejarah yang melatarbelakangi bulan Juni dijadikan Bulan Bung Karno. Ternyata, Provinsi Bali yang memprakarsai Bulan Bung Karno.
Penulis: Alifia Nuralita Rezqiana | Editor: Alifia Nuralita Rezqiana
TRIBUNJOGJA.COM - Bulan Juni diperingati sebagai Bulan Bung Karno di Indonesia.
Perjuangan meraih kemerdekaan, memang tak lepas dari sosok Insinyur Soekarno (Ir. Soekarno) atau yang dikenal sebagai Bung Karno.
Soekarno adalah Presiden Republik Indonesia (RI) yang pertama, sekaligus ayah dari mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri.
Lantas, mengapa bulan Juni disebut Bulan Bung Karno?
Inilah alasan mengapa bulan Juni disebut Bulan Bung Karno, seperti dirangkum Tribunjogja.com dari TribunSolo.com, Tribunnews.com, dan Kompas.com.
Alasan mengapa bulan Juni disebut Bulan Bung Karno
Bulan Juni dijadikan atau disebut sebagai bulan Bung Karno karena ada tiga momen bersejarah Soekarno yang terjadi di bulan Juni.
- 1 Juni 1945
Dalam sidang pertama Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) yang digelar pada 29 Mei - 1 Juni 1945, lahirlah Pancasila, dasar negara Indonesia.
Pancasila dirumuskan atau diciptakan oleh Moh. Yamin, Soepomo, dan Soekarno.
Momen bersejarah ketika Bung Karno, Moh. Yamin, dan Soepomo merumuskan Pancasila ini menjadi salah satu alasan bulan Juni dijadikan Bulan Bung Karno.
- 6 Juni 1901
Soekarno lahir dengan nama Kusno Sosrodihardjo di Blitar, Jawa Timur, pada 6 Juni 1901.
Momen hari kelahiran Soekarno ini menjadi alasan mengapa bulan Juni dijadikan Bulan Bung Karno.
- 21 Juni 1970
Alasan terakhir mengapa Bulan Bung Karno jatuh pada bulan Juni adalah peristiwa bersejarah terjadi pada 21 Juni 1970.
Seluruh masyarakat berduka, karena Soekarno meninggal di Jakarta pada 21 Juni 1970.
Soekarno meninggal dunia pada usia ke-69 tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ir-Soekarno-Bung-Karno.jpg)