SDN Karangjati Bantul Gelar Karya, Usung Tema Hidup Berkelanjutan dan Kearifan Lokal

Gelar karya ini merupakan implementasi dari kurikulum merdeka, di mana sekolah harus memberikan pembelajaran tentang P5

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Santo Ari
Suasana gelar karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SDN Karangjati pada Rabu (21/6/2023) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - SD Negeri Karangjati Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Bantul menyelenggarakan gelar karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada Rabu (21/6/2023).

Gelar karya para siswa ini mengambil tema ‘Hidup Berkelanjutan dan Kearifan Lokal’.

Kepala SDN Karangjati, Subirah, menjelaskan gelar karya ini merupakan implementasi dari kurikulum merdeka, di mana sekolah harus memberikan pembelajaran tentang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)

 Dan kegiatan ini merupakan tahapan terakhir dalam pembelajaran P5.

Selain dibekali dengan karakter pelajar pancasila, para siswa juga telah dibekali dengan keterampilan yang nantinya bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari.  

“Kami mengambil tema ‘Hidup Berkelanjutan dan Kearifan Lokal’. Di mana anak-anak telah dibekali keterampilan untuk mendaur ulang sampah untuk bisa dijadikan barang-barang yang lebih bermanfaat,” ujanrya.

Sementara untuk kearifan lokalnya, sekolah telah memperkenalkan hasil bumi di sekitar ke anak didik, yang nantinya bisa dijadikan produk makanan yang bisa bernilai ekonomis dan bermanfaat bagi kehidupan anak-anak di masa depan.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga meluncurkan batik identitas SDN Karangjati.

Selama ini, SDN Karangjati belum memiliki seragam batik identitas, sehingga timbullah gagasan untuk membuat seragam batik dengan motif khusus.  

Batik tersebut dinamakan Batin SINKRAT atau singkatan dari  sekolah inovatif, kreatif dan berteknologi yang sesuai dengan branding SDN Karangjati.

Dalam batik tersebut terdapat logo sekolah di mana diatasnya terdapat tiga daun jati kembar yang diartikan sebagai simbol trilogi pendidikan yakni keluarga, sekolah dan masyarakat.

Ketiganya harus bekerja sama sehingga pendidikan dapat berjalan dengan baik dan dapat mencapai tujuannya.  

Di bagian ada terumbu karang bermakna sekolah akan menempa anak didik yang kuat dalam menghadapi kehidupan perkembangan zaman.

“Terumbu karang adalah rumah dari ikan kecil, kami berusaha membuat SDN Karangjati menjadi rumah anak-anak untuk menimba ilmu yang senyaman dan seaman mungkin,” katanya.

Kemudian ada pula enam pilar terumbu karang di sisi kanan kirinya yang menggambarkan enam dimensi profil pelajar pancasila, yakni beriman, bertakwa kepada Tuhan dan berakhlak mulia, mandiri, bergotong-royong, Berkebinekaan global, bernalar kritis, dan kreatif.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved