Berita Gunungkidul Hari Ini

Pemkab Gunungkidul Sumbang 3 Sapi Kurban untuk Iduladha 2023

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul akan ikut meramaikan momen kurban Iduladha tahun ini. Rencananya, sejumlah sapi akan disumbangkan ke masyara

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul akan ikut meramaikan momen kurban Iduladha tahun ini.

Rencananya, sejumlah sapi akan disumbangkan ke masyarakat.

Wijang Eka Aswarna, Bagian Kesejahteraan Masyarakat, Sekretariat Daerah (Setda) Gunungkidul, mengatakan ada 3 sapi yang akan diberikan.

Baca juga: KB dan TK Masjid Syuhada Gelar Akhirussanah, Ajak Anak Eksplorasi Seni dalam Diri

"Pemberian sapi kurban Iduladha ini sudah dianggarkan," kata Wijang, Selasa (20/06/2023).

Biaya yang dianggarkan untuk pembelian sapi kurban tersebut mencapai sekitar Rp 90 juta.

Dana tersebut berasal dari APBD Gunungkidul.

Menurut Wijang, donasi sapi kurban dari Pemkab Gunungkidul sempat absen selama 2 tahun karena pandemi COVID-19.

Program ini pun baru kembali dilakukan tahun ini.

"Minat warga saat itu bisa dibilang turun karena ekonomi terdampak pandemi," ujarnya.

Wijang mengatakan anggaran Rp 90 juta tersebut memang dikeluarkan untuk hewan kurban jenis sapi.

3 sapi hasil donasi ini akan diberikan ke beberapa kelompok masyarakat.

Hingga kini, program donasi hewan kurban ini masih berjalan. Termasuk menentukan kelompok masyarakat mana yang akan mendapatkan bantuan tersebut.

"Nanti akan diinformasikan lebih lanjut terkait sasarannya," kata Wijang.

Adapun transaksi jual-beli hewan kurban di Gunungkidul tahun ini meningkat signifikan.

Salah satunya terjadi di Pasar Hewan Siyono Harjo, Playen.

Pengelola Pasar Hewan Siyono Harjo, Isnaning Suindarti mengatakan peningkatannya bisa mencapai 50 persen.

Peningkatan terlihat dari jumlah ternak yang masuk hingga pengunjung yang datang.

"Sangat jauh berbeda jika dibandingkan Iduladha tahun lalu, sebab saat itu ada PMK (Penyakit Mulut dan Kuku)," kata Isnaning. (alx)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved