Jelang Idul Adha 2023, Harga Sapi Kurban di Sleman Merangkak Mulai Naik

Hasil pantauan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman harga sapi di pasar hewan merangkak naik hingga Rp2 juta.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
Deretan sapi yang dijual di Pasar Hewan Siyono Harjo, Playen, Gunungkidul beberapa waktu lalu. Menjelang Idul Adha, transaksi jual-beli ternak meningkat signifikan. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Menjelang Idul Adha 2023, harga hewan kurban di Kabupaten Sleman merangkak naik terutama harga sapi.

Hasil pantauan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman harga sapi di pasar hewan merangkak naik hingga Rp2 juta.

Hal ini disebabkan tingginya kebutuhan sapi untuk kurban di Bumi Sembada. 

"Kenaikan harga ternak kurban di pasar hewan terpantau mulai merangkak naik.  Mulai dari Rp1 juta sampai Rp2 juta. Ini untuk sapi," kata Kepala DP3 Sleman, Suparmono, Senin (19/6/2023).

Begitu juga domba- kambing calon hewan kurban juga merangkak naik di kisaran Rp500 ribu - Rp1 juta.

Kenaikan tersebut dipicu karena kebutuhan masyarakat tinggi dan kurangnya stok hewan kurban di Kabupaten Sleman

Suparmono menyampaikan, jawatannya telah menurunkan petugas untuk melakukan kegiatan pemantauan di pasar hewan tiban yang menjual ternak kurban, baik yang ada di pasar hewan, kandang kelompok maupun di pinggir jalan.

Hal ini untuk memantau sekaligus mendata ketersediaan ternak maupun harga-harga ternak kurban.

Petugas yang turun ke lapangan juga mengedukasi tentang izin penjualan ternak. 

"Petugas juga mengimbau ke masyarakat untuk tidak tergiur dengan harga murah karena di masa penyakit PMK dan LSD ini ternak dengan harga murah kemungkinan karena ternak tersebut tidak sehat," ujar dia. 

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, sebelumnya mewajibkan kepada pedagang tiban atau pedagang musiman hewan kurban yang muncul di pinggir jalan di Sleman agar wajib lapor kepada kepala wilayah setempat.

Selain juga pedagang hewan kurban diminta menjaga kebersihan lingkungan sekitar yang menjadi area berjualan.

"Pedagang musiman ini nanti harus wajib lapor ke lurah setempat. Sama kebersihan dan sanitasinya tolong dijaga. Sama kalau hewannya ada yang sakit, segera bawa ke puskeswan terdekat biar segera ditangani," kata Kustini. 

Bupati Sleman juga mengaku sudah memerintahkan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman untuk melakukan pengawasan lalu lintas hewan ternak.

Sebab permintaan di masyarakat menjelang hari raya kurban meningkat sehingga lalu lintas ternak sangat tinggi. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved