Berita Kriminal

Lemparan Batu Berujung Pembunuhan, Bocah SD dan SMP di Lebak Aniaya dan Bakar ODGJ Hingga Tewas

Aksi penganiayaan dan pembakaran itu dipicu oleh lemparan batu dari korban yang mengenai salah satu pelaku.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Indiatimes
Ilustrasi dibakar hidup-hidup 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTEN - Dua siswa SD bersama dua rekannya menganiaya dan membakar orang dengan gangguan jiwa hingga tewas di dekat di Kampung Tugu, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah.

Aksi penganiayaan dan pembakaran itu dipicu oleh lemparan batu dari korban yang mengenai salah satu pelaku.

Sebelum dibakar hidup-hidup, korban disiksa oleh para pelaku selama tiga hari.

Keempat bocah yang melakukan penganiayaan dan pembakaran terhadap ODGJ yang belum diketahui identitasnyaa tersebut yakni AD (13), MA (14), MI (15), dan HB (13).

AD dan HB saat ini masih duduk di bangku kelas 6 SD, MA kelas 3 SMP, tapi sudah putus sekolah.

Sementara MI tidak bersekolah.

Dikutip dari Kompas.com, Kapolres Lebak, AKBP Wiwin Setiawan mengatakan penganiayaan dan pembakaran ODGJ ini dilakukan lantaran salah satu pelaku, MA kesal dengan korban.

Sebelum dianiaya dan dibakar, ODGJ tersebut melempar batu dan mengenai punggung dan sepeda motor MA.

Korban pun kesal dan merencanakan untuk menganiaya korban.

Kornam kemudian diikat dengan tali tampar dan digiring ke arah pantai.

Lalu dalam kondisi terikat, korban dianiaya oleh para pelaku.

"Para pelaku melakukan dugaan tindak pidana tersebut dengan cara mengikat korban dengan tali tampar warna biru, kemudian korban digiring ke arah pantai," ujar Kapolres Lebak, AKBP Wiwin Setiawan, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (16/6/2023).

Baca juga: Protes Pemecatan Satpam, Karyawan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Mogok Kerja

Baca juga: Pak RT Nekat jadi Bandar Sabu, Ternyata Pemasoknya Jaringan Internasional

Dalam melakukan aksi tersebut, keempat pelaku berbagi peran, mulai dari perencanaan hingga eksekusi.

"MA yang punya ide, mengikat tali dan memukul korban dengan kayu," ungkap Wiwin.

Kasus itu terungkap setelah warga di sekitar Kampung Tugu, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah digegerkan dengan penemuan mayat tanpa identitas.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved