Berita Bisnis Terkini
Luncurkan Logo Resmi, PDIN Jogja Siap Jadi Pusat Riset dan Pengembangan IKM
Peluncuran logo ini sekaligus mencerminkan semangat berkolaborasi untuk memajukan IKM di Yogyakarta.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Pusat Desain Industri Nasional ( PDIN ) di Kota Yogyakarta bakal menjadi wadah baru, untuk proses riset, serta pengembangan produk Industri Kecil dan Menengah ( IKM ).
PDIN pun bakal berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan ekonomi kreatif, guna meningkatkan daya saing IKM di Indonesia.
Kesiapan tersebut diwujudkan dengan peluncuran logo resmi PDIN , pada Rabu (14/3/2023), oleh penjabat Wali Kota Yogyakarta , Singgih Raharjo.
Menurutnya, peluncuran logo ini sekaligus mencerminkan semangat berkolaborasi antara pemerintah dengan komunitas industri kreatif, untuk memajukan IKM di Yogyakarta pada khususnya, dan juga Indonesia.
Baca juga: PDIN Diharapkan Jadi Motor Yogyakarta Menuju Pusat Fesyen Dunia
"Dengan tempat yang nyaman dan fasilitas yang lengkap di Gedung PDIN , tentu jadi suatu kebanggaan bagi Kota Yogyakarta dan sekitarnya, karena ini adalah Pusat Desain Industri Nasional," mbahnya.
"Jadi, seluruh provinsi yang di Indonesia pun bisa menggunakan PDIN untuk berkolaborasi dengan desainer-desainer hebat dan berbakat di Yogyakarta ," tambah Singgih.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto, menuturkan, PDIN menjadi pusat bertemunya para stakeholder industri kreatif, untuk menyelesaikan permasalahan dan berbagi inovasi kepada pelaku IKM tanah air.
Saat ini, jelasnya, terdapat tiga sektor industri yang menjadi fokus utama, yaitu fesyen, kerajinan kayu dan logam.
Menurutnya, para pelaku IKM bisa hadir di PDIN untuk melakukan riset dan kajian bersama tim ahli, terkait bagaimana membuat desain hingga prototype produknya, untuk bisa diproduksi secara massal, hingga menyangkut strategi pemasaran.
Baca juga: Proyek PDIN Rampung, Pelaku Industri Kreatif di Jogja Segera Punya Rumah Baru
"Semua IKM di Indonesia silakan manfaatkan PDIN untuk mengembangkan dan meningkatkan daya saing produknya. Di sini ada tim ahli dan fasilitas pendukung, mulai ruang pameran, ruang audio visual, ruang rapat, perpustakaan, hingga ruang workshop kerajinan kayu dan 3D printing," jelasnya.
Lebih lanjut, meski core bisnis PDIN kini lebih fokus pada pengembangan desain di bidang fesyen, perkayuan dan logam, pihaknya tidak menutup peluang industri kreatif lainnya untuk mendapat tempat seiring berjalannya waktu.
Terlebih, di Gedung PDIN pun terdapat juga co working space yang bisa digunakan berbagai pihak untuk berkolaborasi.
"Pada awal Oktober nanti, rencananya fasilitas dan aktivitas di PDIN sudah komplit dan berjalan penuh. Ruang-ruang kantor bisa disewakan, kafe dan pusat kuliner juga bisa dikunjungi dan dinikmati oleh masyarakat luas," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Luncurkan-Logo-Resmi-PDIN-Jogja-Siap-Jadi-Pusat-Riset-dan-Pengembangan-IKM.jpg)