PDIN Diharapkan Jadi Motor Yogyakarta Menuju Pusat Fesyen Dunia

Dengan potensi yang dimiliki Kota Pelajar, dengan segudang anak muda kreatif di dalamnya, peluang tersebut jelas terbuka lebar.

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
Dok. Pemkot Yogyakarta
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X saat mengunjungi PDIN, Kota Yogyakarta, Senin (6/2/2023) sore 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Keberadaan Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) diharapkan mampu mendorong Kota Yogyakarta sebagai pusat fesyen nasional, bahkan internasional.

Terlebih, dengan potensi yang dimiliki Kota Pelajar, dengan segudang anak muda kreatif di dalamnya, peluang tersebut jelas terbuka lebar.

Oleh sebab itu, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X berpesan PDIN harus sanggup menjamin standardisasi, kualitas, hingga mutu produk, sekaligus memperhatikan penyusunan pengelolaan.

Selain itu, anak muda, khususnya di jurusan desain-grafis pun wajib dilibatkan guna menciptakan desain-desain eksklusif yang berpotensi menaikkan harga. 

"Untuk fesyen di Yogya potensinya tinggi. Harapan saya, fesyen kita bisa menciptakan desain, yang kalau dijual, levelnya harus bermerk, agar punya harga lebih tinggi," ungkapnya, saat mengunjungi PDIN, pada Senin (6/2/2023) sore.

"Potensinya ada, sekarang tinggal kita mau membangun kebersamaan tidak? Kebersamaan yang saya maksud adalah jaringan, seperti pemasarannya," tambah Ngarsa Dalem.

Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto, menandaskan sesuai komitmen awal PDIN konsentrasi pada tiga komoditi, yaitu fesyen, kayu dan logam.

Fesyen, ujarnya, tidak sekadar baju, tapi segala turunanya seperti aksesoris dan lain-lain, sehingga para desainer muda Yogya dapat saling bersinergi dan berkolaborasi.

"Jadi, sebenarnya Yogyakarta memang memiliki potensi luar biasa, khususnya industri fesyen untuk mendukung menuju pusat fesyen dunia," urainya.

Dijelaskannya, fokus utama PDIN adalah riset dan pengembangan desain industri, serta memberikan pelayanan seperti konsultasi desain, pembuatan prototype, kegiatan workshop dan pendampingan terkait desain produk industri.

Sementara fasilitas yang saat ini telah terealisasi di PDIN antara lain ruang galeri, co-working space, studio, sampai rooftop. 

"Untuk kelembagaan, pengelola PDIN akan melekat pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Logam Kota Yogyakarta dan dalam proses pembahasan selama enam bulan awal ini," cetusnya. 

Lebih lanjut, pihaknya pun menyambut baik gagasan mewujudkan Kota Yogya menuju pusat fesyen dunia yang digulirkan Pemda DIY, termasuk usulan dari pelaku yang ingin memanfaatkan salah satu ruang untuk sekretaris bersama fesyen.

Kendati demikian, ia menuturkan, para pihak yang menginisiasi usulan itu, dapat mengajukan permohonan secara langsung ke Pemkot Yogyakarta. 

"Bagaimanapun kami berharap, Pemda DIY dapat memberikan support, khususnya di sektor fesyen yang belum ada di sini," pungkas Tri Karyadi. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved