Berita Bantul Hari Ini

Harga Sapi untuk Hewan Kurban di Bantul Merangkak Naik, Ternyata Ini Penyebabnya

Menjelang Iduladha, harga sapi, kambing dan domba mengalami kenaikan. Hal itu disebabkan lantaran terbatasnya ternak lokal Bantul.

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Menjelang Iduladha, harga sapi, kambing dan domba mengalami kenaikan. Hal itu disebabkan lantaran terbatasnya ternak lokal Bantul.

Salah satu pedagang hewan kurban di Bantul, Agus Sriyono menjelaskan bahwa stok sapi kurban dari peternak lokal sangat terbatas.

Hal itu disebabkan peternak banyak memelihara sapi untuk pembibitan, sehingga di Bantul lebih banyak sapi betina dibandingkan pejantan.

Baca juga: Striker Mataram Utama, Verdianto Zeka Kurniawan Langsung Siapkan Putaran Nasional Liga TopSkor

“Kebanyakan peternak sapi di Bantul memelihara sapi betina untuk indukan bukan sapi pejantan, sehingga jumlah sapi jantan untuk kurban sangat terbatas," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (9/6/2023).
 
Dengan kondisi tersebut, Agus yang juga Dukuh Babakan Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, harus mendatangkan sapi kurban dari Jawa Timur dan Madura.

Terbatasnya jumlah sapi jantan dari peternak lokal Bantul tersebut menyebabkan harganya melonjak.

Harga sapi yang biasanya di kisaran Rp 20 juta saat ini merangkak naik menjadi Rp 22 juta.

Karena mahalnya harga sapi kurban, ia menyebut bahwa banyak sohibul yang akhirnya lebih memilih kambing atau domba meskipun harganya juga mengalami kenaikan sekitar Rp 500 ribu.  Saat ini harga kambing kurban rata-rata di kisaran Rp 2-3 juta.  
 
Lebih lanjut Agus mengatakan, saat ini sudah banyak sohibul yang membeli hewan kurban meski Idul Adha masih tiga pekan lagi. Mekanismenya, hewan kurban tersebut baru akan dikirim satu hari sebelum Idul Adha.

“Mereka membayar hewan kurban serta membayar biaya perawatan hingga nantinya hewan kurban dikirim ke lokasi penyembelihan sesuai kesepakatan bersama," terangnya.

Terpisah Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPP) Bantul, Joko Waluyo membenarkan bahwa saat ini ada kenaikan harga hewan kurban.  Ia mencatat, harga sapi kurban mengalami kenaikan Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta per ekornya. Sedangkan harga kambing mengalami kenaikan Rp 500 ribu per ekornya.

"Harga sapi untuk kurban memang melonjak sebab stok yang ada dari peternak lokal terbatas dan para pedagang hewan kurban harus mendatangkan dari luar daerah," ucapnya.
 
Ia pun membenarkan bahwa dengan naiknya harga sapi membuat  para sohibul banyak yang berpindah dari sapi ke kambing dengan harga yang relatif terjangkau dan stoknya cukup banyak. Ia pun memperkirakan jumlah sapi yang disembelih untuk kurban tahun ini akan menurun, sementara untuk kambing domba akan bertambah banyak. (nto)  
 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved