Berita Pendidikan Hari Ini

UII Gelar Eksposisi Riset Dosen, Tingkatkan Kolaborasi Penelitian Antardisiplin Ilmu

UII meningkatkan kolaborasi riset antardisiplin ilmu sebagai upaya penguatan eksistensi kampus plural, terbuka dan tidak fanatik pada satu pemahaman.

Tayang:
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
UII gelar eksposisi riset dosen untuk meningkatkan kolaborasi penelitian antardisiplin ilmu, di Kampus UII, Kamis (8/6/2023). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Universitas Islam Indonesia ( UII ) meningkatkan kolaborasi riset antardisiplin ilmu sebagai upaya penguatan eksistensi kampus plural, terbuka dan tidak fanatik pada satu pemahaman.

Salah satu cara yang ditempuh adalah mengadakan ‘Angkringan Rumah Gagasan; Eksposisi Riset’, Kamis (8/6/2023) yang menampilkan sebanyak sembilan riset yang dilakukan dosen dari berbagai  fakultas.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Rumah Gagasan, Raden Bagus Fajriya Hakim, menyatakan program eksposisi riset ini menjadi rangkaian dari peringatan Milad UII ke 80.

“Dengan tema peringatan Milad ke-80 yaitu Substantif, Inklusif, dan Kontributif. Kami ingin mempresentasikan khidmat UII di usia 80 dalam pertumbuhan yang substantif sesuai visi dan misinya, kemudian inklusif, dan memberikan kontribusi bagi Indonesia dan dunia,” jelasnya.

Baca juga: UII Wisuda 687 Mahasiswa, Rektor: Wisudawan Harus Berani Unlearn-Relearn

Fajriya memaparkan gelaran eksposisi riset adalah sebuah ruang yang ditawarkan untuk dosen-dosen perwakilan seluruh fakultas untuk mempresentasikan penelitian dan karya-karya.

Nantinya, karya tersebut dapat tersebarluaskan baik secara ide, gagasan, hingga terjalinnya kerja sama baik antar civitas akademika maupun masyarakat luas.

Gelaran ini juga sebagai hitungan mundur dan mengawali semangat menyongsong satu abad UII pada 2042.

UII sepenuhnya menggelorakan semangat sebagai perguruan tinggi yang menjadi pionir di Indonesia menyambut era masa depan yang sarat perubahan dengan dasar bagi nilai keagamaan dan kebangsaan.

Sebagai wadah paparan riset, eksposisi ini diharapkan tidak hanya menjadi sebuah ruang kosong yang menyendiri bagi peneliti.

Diharapkan, ini akan menjadi sebuah media yang mempertemukan para periset antar disiplin ilmu sehingga terbentuk satu kolaborasi dengan perspektif yang terlepas dari disiplin ilmu dari berbagai fakultas.

Baca juga: Satu Dosen Hukum UII Resmi Bergelar Profesor, Jadi Guru Besar ke-9 di FH

“Kita hidup di dunia yang terus berubah dan semakin kompleks, serta makin terhubung satu sama lain dari waktu ke waktu. Sehingga mengharuskan kita untuk kerja sama lintas disiplin ilmu untuk mengatasi tantangan dan juga memberikan solusinya,” ucapnya.

Dirinya menyatakan UII membutuhkan sinergi semacam ini untuk menatap suatu perkembangan baru, membangun kapasitas, gagasan-gagasan cemerlang, wawasan yang lebih luas dalam pemikiran dan teknologi.

Pada akhirnya, pemikiran itu dapat diintegrasikan kembali dalam bangkitan dan rajutan.

“Kami ingin menggambarkan eksistensi UII yang bersifat plural, terbuka dan tidak fanatik terhadap satu pemahaman keislaman. Serta menjaga keharmonisan dan kemajemukan, keyakinan serta mendukung semangat kebangsaan,” tutupnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved