Berita Pendidikan Hari Ini

UII Wisuda 687 Mahasiswa, Rektor: Wisudawan Harus Berani Unlearn-Relearn

Universitas Islam Indonesia (UII) mewisuda 687 lulusan dari berbagai jenjang di Periode V Tahun Akademik 2022/2023, Sabtu (27/5/2023).

Tayang:
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
uii.ac.id
Kampus UII Yogyakarta 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Universitas Islam Indonesia (UII) mewisuda 687 lulusan dari berbagai jenjang di Periode V Tahun Akademik 2022/2023, Sabtu (27/5/2023).

Ada 19 ahli madya, 586 sarjana, 78 magister, dan 4 doktor yang mengikuti wisuda tersebut.

Rektor UII, Prof. Fathul Wahid mengatakan, UII sudah menghasilkan lebih dari 120 ribu lulusan  yang sudah menebar manfaat dengan beragam peran, baik di dalam negeri maupun manca negara.

Baca juga: Live Streaming Serie A Fiorentina vs AS Roma di beIN SPORTS Vidio: Daftar Susunan Pemain

Dia pun berpesan kepada wisudawan untuk terus mengasah kecakapan diri.

“Apa yang sudah Saudara kuasai sampai hari ini, insyaallah akan menjadi modal awal untuk berkontribusi dengan beragam peran. Tapi ingat, lingkungan berubah, tuntutan bertambah,” terangnya.

Dia melanjutkan, untuk menjamin relevansi keberadaan diri, wisudawan harus terus belajar, dari beragam sumber dan berbagai cara.

“Sangat mungkin, suatu saat di masa depan yang tidak terlalu jauh, kecakapan yang kita punya akan tidak relevan lagi. Ketika itu terjadi, kita dituntut berani melupakan apa yang sudah kita pelajari (unlearn) karena sudah tidak relevan dan menggantinya dengan kecakapan baru (relearn) yang dibutuhkan,” jelas dia.

Meski begitu, Fathul meminta wisudawan untuk tidak menganggap masa depan itu mengerikan.

“Selama kita menjadi pembelajar sejati, kita harus menjemput masa depan dengan suka cita dan penuh keyakinan. Saudara adalah para pemimpin masa depan,” tegasnya.

Ia juga menekankan agar wisudawan bisa membuka diri dengan perspektif baru.

Sebab, apa yang pada awalnya seakan tidak masuk akal, bisa jadi memberikan manfaat tersembunyi yang tidak disadari.

“Saya juga mengajak saudara untuk menoleransi ketidaksempurnaan. Peradaban manusia disusun dari berjuta ketidaksempurnaan yang ditoleransi untuk saling berinteraksi,” tukasnya. (ard)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved