Berita Sleman Hari Ini
Wakil Bupati Sleman Minta Lalulintas Ternak Diawasi Jelang Iduladha 2023 untuk Antisipasi Penyakit
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menaruh perhatian pada kemungkinan terjadinya penyebaran penyakit hewan menular di Sleman. Terutama wabah Penyakit
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menaruh perhatian pada kemungkinan terjadinya penyebaran penyakit hewan menular di Sleman.
Terutama wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) seiring tingginya lalulintas hewan ternak menjelang Iduladha 2023. Danang meminta agar dilakukan pengawasan terhadap lalulintas hewan ternak.
Baca juga: AC Milan Gigit Jari, Brahim Diaz Selangkah Lagi Perpanjang Kontrak di Real Madrid
"Tingginya kesadaran masyarakat untuk berkurban menyebabkan kebutuhan dan permintaan hewan kurban terus meningkat. Hal itu menyebabkan tingginya arus lalu lintas hewan terutama sapi dan kambing dari luar Sleman. Di sinilah peran pemerintah untuk melakukan pengawasan," kata Danang saat kegiatan high level meeting TPID Kabupaten Sleman membahas kesiapan hari raya Iduladha 2023 di Ruang Rapat Sembada Setda Sleman, Rabu (7/6/2023).
Pengawasan terhadap lalulintas hewan kurban yang masuk dari luar daerah menurutnya penting dilakukan.
Hal ini untuk memastikan kelayakan maupun kesehatan hewan kurban, sekaligus upaya meminimalisir hal yang tidak diinginkan seperti kemungkinan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku.
Dalam rapat TPID yang diikuti perwakilan perangkat daerah di Sleman ini, Danang juga meminta agar semua pihak berupaya untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat mengenai tata cara menyembelih hewan kurban yang benar, sehat dan halal.
Di samping itu, Danang juga meminta kepada organisasi perangkat daerah yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi untuk memberi imbauan kepada masyarakat supaya tidak menimbun maupun belanja barang berlebihan atau panic buying menjelang Iduladha.
Dinas juga diminta melakukan pemantauan harga dan ketersediaan stok di lapangan.
Ini untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kenaikan jumlah kebutuhan, yang dibarengi dengan kenaikan harga.
"Kenaikan harga tersebut tentunya akan berimbas langsung dan memberatkan masyarakat," kata Danang.
Lebih lanjut, Ia berharap kepada TPID Sleman ke depan bukan hanya menyasar pada persoalan yang memicu gejolak harga melalui pendekatan yang bersifat jangka pendek.
Namun secara bertahap mulai merencanakan untuk menyentuh solusi atas pelbagai persoalan yang bersifat struktural. (rif)
Puting Beliung Melanda Condongcatur Sleman, Sejumlah Rumah Warga Rusak |
![]() |
---|
Keterangan Polisi soal Kecelakaan Beruntun di Sleman Hari Ini, Kerugian Ditaksir Rp 155 Juta |
![]() |
---|
CERITA Fajarwati yang Kelak Tidak Akan Tidur di Bekas Kandang Sapi Lagi |
![]() |
---|
Sambut Natal, 20 Gereja di Sleman Jadi Prioritas Pengamanan Polisi |
![]() |
---|
Ibu-ibu di Yogyakarta Diajak Cerdas Kelola Keuangan dan Emosional |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.