Dishub Gunungkidul Ingin Perluas Layanan Bus Sekolah ke Seluruh Kapanewon
Kepala Dishub Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto mengatakan pihaknya ingin memperluas layanan bus sekolah.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul terus mengembangkan program bus sekolah.
Program ini bertujuan untuk meminimalisir penggunaan kendaraan pribadi oleh pelajar.
Kepala Dishub Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto mengatakan pihaknya ingin memperluas layanan bus sekolah.
"Kalau bisa menyentuh seluruh 18 kapanewon di Gunungkidul," kata Rakhmadian pada wartawan, Senin (05/06/2023).
Saat ini, baru ada 9 kapanewon alias separuh yang terlayani bus sekolah.
Antara lain Tanjungsari, Tepus, Playen, Paliyan, Ponjong, Gedangsari, Semanu, Wonosari, dan Karangmojo.
Armada yang tersedia pun baru mencapai 7 unit bus sekolah.
Namun, Rakhmadian mengatakan ada kerjasama dengan pihak swasta untuk angkutan bus sekolah.
"Ada dua armada dari swasta, jadi total ada 9 bus sekolah," jelasnya.
Kerjasama dengan swasta jadi salah satu cara agar jaringan layanan bus sekolah bisa lebih luas.
Namun, Rakhmadian memastikan layanan bus sekolah antara swasta dan pemerintah takkan tumpang tindih.
Sebab bus sekolah milik pemerintah hanya beroperasi saat berangkat dan pulang sekolah.
Tujuannya pun hanya Wonosari, sedangkan bus dari swasta bisa beroperasi sesuai izin trayeknya.
"Jadi bisa menyasar sekolah dalam zona trayek yang dimiliki," kata Rakhmadian.
Ia mengklaim peminat bus sekolah terbilang tinggi lantaran tidak dikenakan biaya untuk armada pemerintah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Beberapa-armada-bus-sekolah-milik-Dishub-Gunungkidul.jpg)