Berita Sleman Hari Ini

Sebanyak 16.452 Siswa SD di Sleman Ikuti ASPD Berbasis Komputer 

Pelaksanaan Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) bagi jenjang Sekolah Dasar (SD) sederajat di Kabupaten Sleman telah dimulai. Sama seperti

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pelaksanaan Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) bagi jenjang Sekolah Dasar (SD) sederajat di Kabupaten Sleman telah dimulai.

Sama seperti tahun lalu, ASPD tahun ini diselenggarakan berbasis komputer dan diikuti oleh ribuan siswa. 

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman Ery Widaryana mengatakan, ASPD Berbasis Komputer jenjang sekolah dasar diikuti pelbagai satuan pendidikan.

Di antaranya 509 Sekolah Dasar (SD) dengan jumlah 14.989 siswa.

Kemudian 35 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dengan jumlah 1.233 siswa.

Baca juga: Warga Yogyakarta Berharap Peserta Pemilu 2024 Lebih Kreatif Membuat Konten Kampanye

Lalu 13 paket A dengan 195 siswa dan 1 Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) dengan jumlah 35 siswa. 

"Jumlah total keseluruhan ada 16.452 siswa," kata Ery, Senin (22/5/2023). 

Tujuan digelarnya ASPD berbasis komputer adalah untuk meningkatkan kompetensi peserta didik.

Selain itu, untuk memantau perkembangan mutu sekaligus mengendalikan kesenjangan antar bagian dalam sistem pendidikan.

Menurut Ery, hasil ASPD tidak dijadikan acuan untuk menentukan kelulusan siswa.

Tetapi penilaian tersebut bisa menjadi salah satu alternatif alat ukur untuk seleksi masuk ke jenjang pendidikan berikutnya. 

Tahun ini ASPD dilaksanakan selama tiga hari. Dimulai hari Senin hingga Rabu (22-24/5/2023).

Materi yang diujikan adalah literasi membaca untuk hari pertama. Kemudian untuk hari kedua literasi numerasi dan terakhir literasi sains. 

"Jadi modelnya sekarang literasi bukan mata pelajaran," kata Ery.

Ery menyampaikan, pelaksanaan ASPD hari pertama di Kabupaten Sleman berjalan lancar.

Tidak ada kendala atau masalah apapun. Pihaknya mengaku sudah mengantisipasi kemungkinan kendala seperti melayangkan surat ke PLN agar tidak ada pemadaman listrik.

Kemudian untuk berjaga-jaga pihak Sekolah juga telah diminta menyiagakan genset.

Disinggung apakah ada siswa yang tidak ikut di hari pertama, Ery mengaku belum menerima laporan dari masing-masing satuan pendidikan.

Tetapi berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan rata-rata siswa masuk seratus persen. 

Nantinya apabila ada siswa yang ternyata berhalangan hadir maka akan ada ASPD susulan yang digelar pada tanggal 26-18 Mei 2023.

Ia berharap ASPD Berbasis Komputer di Kabupaten Sleman tetap berjalan lancar dari awal hingga akhir.

"Hari pertama ini lancar. Tidak ada kendala. Semuanya oke. Mudah-mudahan dua hari berikutnya juga lancar semuanya," ujar dia. (rif)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved