Apa yang Menyebabkan Cegukan? Benarkah Tanda-tanda Tumbuh Tinggi?

Cegukan biasanya muncul setelah seseorang banyak makan, minum minuman beralkohol dan bersoda, atau stres. Penyebab cegukan ini terjadi ketika otot

Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
Shutterstock
Apa yang Menyebabkan Cegukan? Benarkah Tanda-tanda Tumbuh Tinggi? 

TRIBUNJOGJA.COM - Cegukan selalu menjadi momen yang paling menyebalkan ya, Tribunners. Apalagi setiap minum saja mendadak cegukan tanpa henti.

Apakah Tribunners pernah bertanya-tanya apa penyebab cegukan ini? Apakah benar cegukan ini pertanda bakal tumbuh besar? Lah, kalau sudah dewasa apa masih akan tumbuh tinggi?

Pada anak-anak, cegukan kerap kali dikaitkan sebagai tanda bahwa akan bertambah tinggi. Belum tentu juga karena itu hanyalah mitos. Namun, bagaimana dengan orang dewasa cegukan apakah juga akan menambah tinggi?

Dilansir Tribunjogja.com dari laman kemkes.go.id, penyebab cegukan ini terjadi ketika otot diafragma berkontraksi tanpa disengaja dan tiba-tiba.

Setiap diafragma berkontraksi, udara masuk terlalu cepat ke dalam paru-paru sehingga katup saluran pernapasan menutup dan menghasilkan suara khas cegukan ‘hik’.

Melansir WebMD, cegukan biasanya muncul setelah seseorang banyak makan, minum minuman beralkohol dan bersoda, atau stres.

Apa yang Menyebabkan Cegukan? Benarkah Tanda-tanda Tumbuh Tinggi
Apa yang Menyebabkan Cegukan? Benarkah Tanda-tanda Tumbuh Tinggi (http://infodoz.ru)

Kontraksi otot diafragma yang tiba-tiba ini dapat dipicu oleh berbagai hal seperti :

  • Makan/minum terlalu banyak atau terlalu cepat.
  • Mengonsumsi makanan yang panas dan pedas.
  • Mengonsumsi minuman bersoda atau beralkohol.
  • Menelan udara saat mengunyah atau mengisap permen.
  • Menelan terlalu banyak udara (aerophagia).
  • Mengalami perubahan suhu secara tiba-tiba.
  • Merasa gugup, terlalu bersemangat, atau stres.

Namun, Tribunners harus berhati-hati jika cegukan ini berlangsung lama, misal durasi lama lebih dari 2 jam.

Sebab, biasanya cegukan merupakan gejala yang terkadang dapat disertai dengan tekanan di dada, perut, atau tenggorokan.

Cegukan umumnya terjadi selama beberapa menit, tetapi bisa juga lebih lama. Cegukan yang lama ini bisa dipicu oleh hal-hal yang memang butuh penanganan dokter.

Baca juga: WHO Cabut Status Darurat Kesehatan Global Covid-19, Ini Tanggapan Dinkes DIY

Cegukan yang berlangsung selama lebih dari 2 (dua) hari atau lebih dari 1 bulan dapat dipicu oleh :

  • Gangguan sistem pencernaan: gastritis, tukak lambung, pankreatitis, kanker pankreas, kanker lambung, penyakit radang usus, penyumbatan usus, atau hepatitis.
  • Gangguan metabolik: kecanduan alkohol, diabetes, atau gangguan elektrolit.
  • Gangguan ginjal: gagal ginjal kronis.
  • Gangguan saraf: peradangan pada saluran napas, atau karena adanya tumor atau kista di leher.
  • Gangguan pada otak: stroke hemoragik, radang dan infeksi otak, tumor otak, multiple sclerosis, dan hidrosefalus.
  • Gangguan di rongga dada: pneumonia, bronkitis, tuberkulosis, asma, cedera pada dada, dan emboli paru.
  • Gangguan jantung: serangan jantung dan peradangan selaput jantung.
  • Gangguan mental: gangguan kepribadian, kecemasan, dan stres.
  • Riwayat operasi pada dada atau perut.
Ilustrasi cegukan
Ilustrasi cegukan (shutterstock)

Untuk mengetahui dengan pasti sering cegukan bisa jadi gejala apa, segera konsultasikan ke dokter.

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan merekomendasikan tes, seperti:

  • Pemeriksaan sinar-X
  • CT-scan MRI

Baca juga: 4 Cara Mengatasi Maag, Cukup dengan Bahan-bahan Alami di Rumah

Bagaimana cara meredakan cegukan?

Cegukan memang tidak nyaman ya Tribunners. Pasti kita sangat terganggu kalau cegukan karena situasi ini membuat tekanan di dada, perut dan tenggorakan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved