Berita Jogja Hari Ini

Ekonomi DIY Tumbuh Positif 5,31 Persen Pada Triwulan I 2023, Industri Pariwisata Moncer

Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan I 2023 tumbuh 5,31% secara tahunan (yoy). 

Tayang:
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan I 2023 tumbuh 5,31 persen secara tahunan (yoy). 

Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan pertumbuhan ekonomi DIY tumbuh di atas pertumbuhan nasional, yaitu 5,03 % . Ia juga menyebut secara bulanan (q to q), ekonomi DIY tumbuh positif 0,76 % dibanding Triwulan IV 2022.

Ia menyebut pencabutan kebijakan PPKM pada 30 Desember 2022 lalu meningkat mobilitas masyarakat dan mendorong sektor pariwisata.

Baca juga: Satpol PP Gunungkidul Cek Perizinan Proyek Wisata Drini Park di Tanjungsari

Tak heran pertumbuhan akomodasi dan makan minum mendominasi  9,73 % perekonomian DIY Triwulan I 2023.

"Sumber pertumbuhan ekonomi DIY Triwulan I 2023 secara year on year tertinggi adalah informasi dan komunikasi yaitu 0,81 % , kemudian akomodasi dan makan minum sebesar 0,74 % , industri sebesar 0,58 % , jasa pendidikan sebesar 0,55 % , dan lainnya 2,63 % ," katanya, Jumat (05/05/2023). 

Ia menerangkan perekonomian DIY pada Triwulan I 2023 didominasi oleh sektor pertanian dan industri pengolahan, infokom, akomodasi makan-minum, konstruksi, perdagangan dan jasa pendidikan. Sektor-sektor tersebut mencakup 68,7 % perekonomian DIY, di mana masing-masing sektor memiliki kontribusi lebih dari 8 % .

Selain itu, ia juga mencatat ada pertumbuhan signifikan pada sektor transportasi yaitu 11,45 persen. Hal itu sejalan dengan tingginya wisatawan yang datang ke DIY.

"Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang sebesar 58,21 % pada Januari, Februari sebesar 58,97 % , dan Maret sebesar 49,60 % . Laju pertumbuhan akomodasi makan dan minum tumbuh positif 8,43 % , lebih baik juga dibanding Triwulan I 2022 yang hanya 4,38 % ," terangnya. 

Tingginya TPK hotel di DIY dipengaruhi oleh meningkatnya kegiatan meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) seperti penyelenggaraan Asean Tourism Forum (ATF). Ditambah lagi maraknya study tour baik dari DIY maupun ke DIY

Hal itu berimplikasi juga pada peningkatan permintaan terhadap produk industri makanan, khususnya oleh-oleh. 

"Laju pertumbuhan lapangan usaha industri pengolahan tumbuh 5,04 % pada Triwulan I 2023. Industri makanan dan minuman mempunyai porsi terbesar sehingga peningkatan produk makanan dan minuman mengakibatkan peningkatan produk industri secara umum," imbuhnya. (maw) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved