Berita Bantul Hari Ini
Kunjungan Wisatawan di Bantul Capai Target 250 Ribu Orang, Pantai Parangtritis Masih Primadona
Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul telah menargetkan jumlah kunjungan wisatawan selama libur Lebaran mencapai 250 - 300 ribu orang.
Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul telah menargetkan jumlah kunjungan wisatawan selama libur Lebaran mencapai 250 - 300 ribu orang.
Target tersebut pun terlampaui dengan kunjungan wisata dari 21 April - 1 Mei mencapai 255.758 orang.
Kasi Promosi dan Informasi, Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi mengatakan kunjungan wisatawan sempat dinilai jauh berkurang, lantaran pada dari 21-25 April kemarin, kunjungan wisatawan baru mencapai 103.103 orang.
Baca juga: Sepanjang Libur Lebaran 2023, Volume Sampah di Kota Yogyakarta Melonjak 15 Persen
Namun Presiden Joko Widodo sempat memberikan pernyataan agar pemudik menunda kepulangan agar tidak terjadi kemacetan saat arus balik.
“Saya kira karena ada imbauan dari presiden agar baliknya tidak di tanggal 24-25 April, sehingga banyak yang memperpanjang liburannya,” ujarnya, Selasa (2/5/2023).
Ternyata itu menjadi angin segar bagi pertumbuhan kunjungan wisatawan, hingga akhirnya selama 10 hari objek wisata yang dikelola Pemkab Bantul didatangi 255.758 wisatawan. Adapun berdasarkan total jumlah kunjungan wisatawan tersebut, pendapat asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata mencapai Rp 2,44 miliar.
Dari jumlah tersebut, Pantai Parangtritis masih menjadi primadona dengan kunjungan 184.224 wisatawan, disusul Pantai Samas sebanyak 38.106, Pandansimo 20.357, Gua Cemara 5.936 dan Pantai Kuwaru 5.324 wisatawan.
"Pantai Parangtritis masih menjadi magnet utama bagi wisatawan untuk dikunjungi. Meski pada libur Lebaran tahun ini memakan korban satu wisatawan yang tenggelam dan ditemukan meninggal dunia,"ucapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo menyatakan selama libur Lebaran 2023 pihaknya tidak mengadakan atraksi wisata untuk menjadi daya tarik wisatawan untuk datang. Namun demikian wisatawan tetap berduyun-duyun datang ke Bantul.
“Parangtritis tidak ada atraksi sudah padat berjubel, saya membayangkan kalau ada atraksi semakin membuat fokus hari itu semakin macet dan membuat tidak nyaman,” katanya.
Meski demikian, ia mengatakan bahwa destinasi wisata yang dikelola masyarakat banyak yang membuat atraksi atau event untuk menarik kunjungan wisatawan.
Lebih lanjut Kwintarto mengatakan, untuk mengganti kekosongan event selama Ramadan, pihaknya akan tancap gas menggelar berbagai kegiatan selama Juli-September mendatang.
“Kami siapkan event di juli-september di kawasan pantai selatan, yang salah satu agendanya adalah mengerahkan massa pecah rekor 10 ribu flashmob,” pungkasnya. (nto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-bantul_20180731_185700.jpg)