Berita Kota Yogya Hari Ini
Sepanjang Libur Lebaran 2023, Volume Sampah di Kota Yogyakarta Melonjak 15 Persen
Tercatat, per harinya terdapat kenaikan sekitar 15 persen tingkat pembuangan limbah dari Kota Pelajar menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan,
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tingginya animo wisatawan yang hadir selama libur Lebaran 2023, berdampak pada lonjakan volume sampah di Kota Yogyakarta.
Tercatat, per harinya terdapat kenaikan sekitar 15 persen tingkat pembuangan limbah dari Kota Pelajar menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, Bantul.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Sugeng Darmanto, mengungkapkan, Gerakan Zero Sampah Anorganik yang diterapkan sejak 1 Januari 2023 silam, volume limbah dapat ditekan sampai angka 234 ton per hari.
Baca juga: Kasus Covid-19 di DIY Dilaporkan Mengalami Tren Kenaikan, Ini Kata Epidemiolog UGM
Namun, selama libur Lebaran lalu, tingkat pembuangan kembali melonjak cukup signifikan, menyentuh 269 ton setiap harinya.
"Berdasarkan catatan kami, bulan Maret itu sudah turun jadi 234 ton per hari. Tapi, karena ada monentum libur lebaran, volumenya naik 15 persen per hari, meski hanya sesaat saja," urainya, Selasa (2/5/2023).
Walaupun peningkatannya menyentuh 35 ton per hari, Sugeng bisa bernafas lega, karena volume sampah yang berasal dari lingkup masyarakat non wisatawan, atau rumah tangga, tetap terkendali.
Dalam artian, peningkatan tren pembuangan sampah ini, hanya terjadi di lokasi-lokasi ramai pelancong saja.
"Kenaikannya hanya di kawasan tertentu. Misalnya, di Malioboro, atau tempat-tempat wisata lainnya. Kalau rumah tangga relatif stabil," terang Sugeng.
Benar saja, berdasarkan pantauan Tribun Jogja di beberapa depo sampah di Kota Yogyakarta pada Selasa (2/5/2023) siang, tidak tampak penumpukan limbah berarti.
Hanya saja, petugas terlihat harus bekerja lebih keras untuk memilah dan mengangkut sampah-sampah sisa libur Llebaran dan long weekend.
Oleh sebab itu, ia pun berharap, warga masyarakat tetap konsisten melaksanakan amanat Gerakan Zero Sampah Anorganik, yang sejauh ini sudah berjalan cukup optimal.
Yakni, dengan memilah antara limbah organik, anorganik dan residu, kemudian tidak serta merta langsung membuang sampah, yang masih memiliki nilai keekonomian ke depo dan TPS.
"Sebisa mungkin konsistensi untuk memilah sampah sejak dari sumbernya bisa dipertahankan oleh masyarakat Kota Yogya, agar pengurangan volume limbah yang dibuang menuju TPA semakin optimal," cetusnya.
Sementara untuk limbah di tempat-tempat wisata, Sugeng berharap, supaya pelancong dapat lebih peka dengan Gerakan Zero Sampah Anorganik yang sudah diterapkan di Kota Yogya. Yakni, dengan ikut terlibat aktif dalam upaya meminimalisir produksi, maupun pembuangan limbah sepanjang bertamasya.
"Memang harus diimbau, diedukasi, agar wisatawan peduli dengan apa saja yang dia bawa, tidak kemudian asal meninggalikan sampah begitu saja," ujarnya.
"Harus ikut meminimalisir sampah yang terbuang, atau terproduksi. Syukur ketika berkunjung ke Kota Yogya, bawa wadah sendiri," tambah Sugeng. (aka)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sejumlah-truk-pengangkut-sampah-tampak.jpg)