Lebaran 2023

Lebaran 2023, Permintaan Oleh-oleh Tradisional Klaten Meningkat

Pengusaha oleh-oleh khas Klaten memperbanyak produksi hingga 50 persen pada lebaran bila dibandingkan dengan hari-hari biasa.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM/ ALMURFI SYOFYAN
Karyawan Pusat Oleh-oleh tradisional A. Syakir Popongan, Tegalgondo, Wonosari, Klaten saat menata camilan, Kamis (27/4/2023). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Permintaan oleh-oleh khas Kabupaten Klaten, Jawa Tengah seperti wajik, krasian, jenang dan aneka camilan lainnya pada momen lebaran Idulfitri 1444 Hijriah atau 2023 Masehi mulai mengalami peningkatan.

Pengusaha oleh-oleh khas Klaten pun memperbanyak produksi hingga 50 persen bila dibandingkan dengan hari-hari biasa.

Seorang pembeli, Ita Sari (30), mengatakan dirinya rutin membeli oleh-oleh setiap arus balik lebaran untuk dikirim ke keluarga yang ada di perantauan.

"Saya beli jenang sama krasian. Rutin setiap momen lebaran untuk oleh-oleh bagi keluarga dan teman di Jakarta," ujarnya saat TribunJogja.com temui di pusat oleh-oleh tradisional A Syakir Popongan, Tegalgondo, Wonosari, Klaten, Kamis (27/4/2023),

Perantau asal Desa Kateguhan, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, itu menjelaskan, jenang, krasian atau wajik buatan A Syakir sudah lama menjadi langganan orang tuanya karena harganya yang murah.

"Harganya kalau yang kecil Rp 5 ribuan, tidak naik dari dulu. Rasanya juga enak dan manis," imbuhnya.

Pengelola Pusat Oleh-oleh Tradisional, A Syakir Popongan, Mustain (40), mengatakan, produksi usaha oleh-oleh tradisional itu meningkat bila dibandingkan hari normal.

"Normalnya kita produksi jenang, krasian dan wajik masing-masingnya 40 kilogram per hari," katanya.

Saat momen lebaran, kata Mustain, produksi meningkat sekitar 50 persen. Oleh-oleh khas itu di produksi setiap hari dengan melibatkan tiga karyawan dari luar keluarga.

"Kalau pembelinya kebanyakan perantau asal luar Jawa, seperti Sumatera dan Sulawesi," jelasnya.

Namun, lanjut Mustain, juga terdapat para pembeli asal luar negeri yang memburu oleh-oleh tradisional yang terkenal dengan cita rasa manis itu.

"Kalau ke luar negeri biasanya para pekerja migran Indonesia," imbuhnya.(mur)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved