Sumbu Filosofi Yogyakarta

Sejarah Cepuri Parangkusumo, Tempat Upacara Labuhan dan Ziarah di Utara Pantai Parangkusumo

Inilah kisah sejarah Cepuri Parangkusumo di Pantai Parangkusumo, saksi bisu pertemuan Panembahan Senopati dan Ratu Kidul di pantai selatan Jawa.

Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
Sejarah Cepuri Parangkusumo, Tempat Upacara Labuhan dan Ziarah di Utara Pantai Parangkusumo 

Peziarah biasa datang saat malam Selasa Kliwon atau dan malam Jumat Kliwon.

Lebih lanjut, Cepuri Parangkusumo menjadi objek penelitian arkeologi, antropologi, geologi, dan sejarah Panembahan Senopati di Parangtritis, Kabupaten Bantul.

Cepuri Parangkusumo memberikan gambaran tentang pemanfaatan batu hitam (batu andesit) sebagai tempat semadi demi mencari petunjuk.

Adanya Cepuri Parangkusumo mampu memberikan bukti jejak sejarah pendirian Kerajaan Mataram Islam.

Lantas bagaimana sejarah Cepuri Parangkusumo, apa hubungannya dengan sejarah Panembahan Senopati, Ratu Kidul, dan Kerajaan Mataram Islam.

Baca juga: Keraton Yogyakarta Gelar Hajad Dalem Labuhan Patuh di Pantai Parangkusumo

Baca juga: Sucikan Diri Sebelum Nyepi, Umat Hindu Ikuti Upacara Melasti di Pantai Parangkusumo

Sejarah Cepuri Parangkusumo

Sejarah Cepuri Parangkusumo
Sejarah Cepuri Parangkusumo (DOK. Dinas Kebudayaan DIY)

Dikutip Tribunjogja.com dari laman resmi Dinas Kebudayaan DIY, asal-usul Cepuri Parangkusumo atau Petilasan Parangkusumo dapat dirunut dalam Babad Tanah Jawi dan Serat Kandha. 

Kisah bermula ketika Panembahan Senopati bercita-cita menjadi raja di Jawa. 

Di pinggir pantai Laut Selatan, Panembahan Senopati mengheningkan cipta, bersemadi, atau bermeditasi, untuk memohon petunjuk kepada Tuhan akan maksud dan tujuan semua laku prihatinnya. 

Tempat Panembahan Senopati bersemadi kemudian dikenal sebagai Petilasan Parangkusumo atau Cepuri Parangkusumo.

Petilasan ini berwujud dua gundukan batu di pinggir pantai yang diberi nama Sela Ageng dan Sela Sengker. 

Kedua gundukan batu itu diyakini sebagai salah satu penanda penting bagi kesepakatan antara Panembahan Senopati dan Ratu Kidul dalam hal kelangsungan hidup Keraton Mataram. 

Karena itu, upacara labuhan laut oleh Keraton Mataram alias Keraton Yogyakarta selalu dipusatkan atau diawali dari Cepuri Parangkusumo.

Kisah Panembahan Senopati dan Ratu Kidul

Panembahan Senopati
Panembahan Senopati (DOK. Wikipedia)

Dikutip Tribunjogja.com dari video dokumenter berjudul “The Untold Story of Java Southern” yang dibuat Balai Informasi Teknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), begini kisah Panembahan Senopati yang bertemu dengan Ratu Kidul atau Nyi Roro Kidul.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved