Berita Jogja Hari Ini
Satpol PP DIY Kuatkan Peran Jaga Warga Hingga Linmas untuk Jaga Keamanan dan Ketertiban
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY memberikan sosialisasi pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama menjelang Pemilu.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY memberikan sosialisasi pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama menjelang Pemilu.
Sosialisasi tersebut dihadiri oleh jaga warga, linmas, hinga kampung panca tertib di Kalurahan Keparakan, Mergangsan, Kota Yogyakarta.
Kasi Bina Potensi Masyarakat Satpol PP DIY, Sita Dewi Rani mengatakan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tidak bisa dilakukan oleh Satpol PP sendiri, namun juga perlu dukungan seluruh elemen masyarakat.
Baca juga: Mudik Gratis Bersama BUMN, PLN Berangkatkan 10.000 Pemudik Ke Berbagai Daerah
"Termasuk peran dari FKDM (Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat), FKPM (Forum Kemitraan Polisi Masyarakat), linmas, jaga warga, dan kampung panca tertib. Terlebih saat ini DIY sedang dihadapkan dengan munculnya kasus kejahatan jalanan. Sehingga perlu penanganan bersama, termasuk dengan karang taruna juga," katanya saat sosialisasi di Gedung Dwipari Mergangsan, Selasa (18/04/2023).
Ada tiga narasumber yang dihadirkan dalam sosialisasi tersebut, yaitu Kanit Binmas Polsek Merangsang, Iptu Mayar Samiati, Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, dan Tokoh Masyarakat, Agung Supriyono.
Pada kesempatan tersebut, Kanit Binmas Polsek Merangsang, Iptu Mayar Samiati menyoroti peran keluarga dan masyarakat dalam mencegah tindak kejahatan jalanan.
Menurut dia, diperlukan kepedulian dari keluarga dan masyarakat kepada para remaja. Hal itu karena mayoritas pelaku kejahatan jalanan adalah remaja.
"Kepedulian dari keluarga dan masyarakat penting, jangan sampai anak-anak kita jadi korban atau pelaku kejahatan jalanan. Selama ini banyak remaja yang masih nongkrong di atas jam 24.00, padahal kan sekarang sudah diberlakukan jam malam. Sehingga peran orangtua dan lingkungan sangat penting," ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto.
Hanya saja, bukan anak saja yang perlu mendapat pembinaan, orangtua juga perlu mendapat pendampingan.
Menurut dia, selama ini pelaku kejahatan jalanan berasal dari keluarga yang kurang harmonis.
"Orangtua juga harus mendapat pendampingan, sehingga lintas OPD ini. Pendampingan untuk keluarga bisa dilakukan oleh DP3AP2 DIY. Nah kalau orangtuanya tidak bekerja, Disnakertrans harus ikut turun tangan memberikan pelatihan," terangnya.
Di sisi lain, ia juga mendorong aparat penegak hukum melakukan tugasnya secara tegas dan terukur. Namun, diperlukan pula peran dari masyarakat, termasuk linmas, jaga warga, kampung panca tertib, FKDM, FKPM, dan lainnya.
"Perlu juga linmas mendapat pelatihan untuk membuat laporan singkat, terkait dengan peristiwa yang terjadi di wilayahnya," lanjutnya.
KENAPA Cuaca di Yogyakarta Terasa Dingin Akhir-akhir Ini? Ini 5 Fakta Menariknya |
![]() |
---|
Kronologi 3 Wisatawan Asal Sragen dan Karanganyar Terseret Ombak di Pantai Parangtritis |
![]() |
---|
Banyak Moge Harley Davidson Lewat Jogja, Ada Event Apa? |
![]() |
---|
Produsen Anggur Merah Kaliurang Buka Suara, Produksi Dihentikan, Produk Ditarik dari Pasaran |
![]() |
---|
INFO Festival Durian Jogja di Sleman Ada All You Can Eat dan Lomba Makan Durian 26-29 Januari 2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.