Pimpinan Daerah dan Pejabat Pemda DIY Salurkan Zakat ke Baznas DIY

Capaian kinerja pengelolaan zakat bisa terus bertumbuh sejalan dengan program Pemda DIY dalam penanganan kemiskinan di DIY.

diy.baznas.go.id
Ilustrasi : Zakat Fitrah dengan Beras 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pimpinan daerah dan pejabat di lingkungan Pemda DIY menyalurkan zakat kepada masyarakat yang membutuhkan melalui kegiatan Penyaluran Zakat Keteladanan Pimpinan Daerah yang digelar Selasa (18/4/2023) di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

Acara yang dipelopori oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) DIY ini menjadi salah satu upaya dari pejabat di lingkungan DIY untuk memberikan contoh baik untung saling berbagi.

Ketua Baznas DIY, Puji Astuti, mengatakan capaian kinerja pengelolaan zakat bisa terus bertumbuh sejalan dengan program Pemda DIY dalam penanganan kemiskinan di DIY.

Berbagai dukungan pemerintah dilakukan dalam bentuk pendanaan baik secara konsumtif maupun mendongkrak perekonomian secara produktif. 

Salah satunya adalah melalui program bantuan paket logistik keluarga bagi Tenaga Bantu di lingkungan Pemda DIY yang diserahkan secara simbolis pada awal bulan suci Ramadan kali ini.

“Sebanyak lebih dari 2.500 paket logistik keluarga telah kami distribusikan untuk mereka. Ada juga paket buka puasa sebanyak 2.000 paket untuk masyarakat umum, pesantren dan panti asuhan,” kata Puji Astuti.

Ia menambahkan, Baznas dalam program ini juga menyalurkan beras zakat fitrah sebanyak 2.435 pak dengan berat 5 kg/pak.

Beras tersebut dibagi pada banyak komunitas dan masyarakat yang berhak, baik itu dari komunitas difabel maupun lansia, dan lainnya.

Zakat fitrah sebanyak 110 pak dibagikan  pada para marbot masjid dan masyarakat yang bergerak di bidang dakwah.

Sebanyak 4.000 paket sahur juga dibagikan kepada pondok-pondok pesantren maupun pantai-panti asuhan.

Pada bulan Ramadan ini juga diberikan bantuan kepada lansia.

Ada dua skema yang dilakukan yaitu untuk lansia masih produktif dalam bentuk bantuan modal, dan kedua adalah lansia tidak produktif berupa bantuan seumur hidup.

Puji Astuti menjabarkan, tujuan kegiatan ini adalah sebagai perwujudan rasa syukur dan wujud kepedulian sebagai sesama umat manusia.

Gerakan filantropi ini merupakan amal jariyah kebaikan agar terwujudnya sinkronisasi pelaksanaan program pengelolaan zakat.

Upaya mengajak dan memberikan literasi berzakat di lingkungan sekitar akan berdampak positif bagi penguatan jaringan melalui program kampung berkah di 8 kapanewon. Kolaborasi dapat dibangun bersama-sama dengan semua OPD terkait.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved