Tanggapi Latihan Militer Filipina AS, Panglima TNI: Kalau Langgar Kedaulatan, Kita Usir

Sampai saat ini menurut Yudo, latihan militer yang dilaksanakan oleh kedua negara tidak dilakukan di ZEE Indonesia.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
dok.istimewa/ tribunnews
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menegaskan pihaknya akan mengusir tentara AS dan Filipina jika nekat menggelar latihan di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) tanpa izin.

Sikap tegas tersebut disampaikan oleh Laksamana Yudo Margono menanggapi latihan militer yang digelar oleh militer Filipina dan Amerika Serikat di Laut China Selatan yang dimulai sejak Selasa 911/4/2023) lalu.

Sampai saat ini menurut Yudo, latihan militer yang dilaksanakan oleh kedua negara tidak dilakukan di ZEE Indonesia.

Yudo pun yakin kedua negara tidak akan melanggar kedaulatan Indonesia dalam latihan militer tersebut.

Namun jika nantinya kedua negara nekat menggelar latihan militer di wilayah ZEE Indonesia tanpa izin, maka TNI akan bersikap tegas dengan mengusirnya.

"Latihannya enggak di wilayah ZEE kita, dia pasti enggak akan berani latihan di wilayah ZEE kita. Karena memang sesuai ketentuan internasional apabila mereka akan melaksanakan latihan di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif maupun teriorial nggak mungkin, karena melanggar kedaulatan. Di ZEE pasti akan izin dulu, kalau nggak izin akan kita usir," kata Yudo seperti yang dikutip dari Tribunnews.com, Kamis (13/4/2023).

Yudo mengaku pimpinan militer kedua negara sudah melakukan komunikasi intensif dengan dirinya dan jajaran TNI.

Kedua negara pun juga sudah memahami aturan soal latihan militer dimana tidak boleh dilaksanakan di wilayah ZEE atau teritorial negara lain.

"Karena memang saya yakin mereka sangat tahu, mereka kan selama ini kan sering berhubungan dengan kita, baik panglimanya maupun kepala staf angkatannya selalu intens melakukan komunikasi. Jadi nggak mungkin mereka akan masuk ke wilayah ZEE maupun di teritorial kita," kata dia.

"Kalau dia latihan di laut bebas di utara Zona Ekonomi Ekslusif ya silahkan haknya mereka. Tapi ketentuan latihan harus izin. Kalau nggak izin berarti akan melanggar, ini saya kira mereka sudah paham," lanjut Yudo.

Baca juga: Kisah Cinta Guru dan Murid di Lampung: Sesungguhnya Cinta Tidak Buta, Ia Hanya Melumpuhkan Logika

Diberitakan Kompas.com, Amerika Serikat dan Filipina meluncurkan latihan militer gabungan terbesar mereka pada Selasa (11/4/2023).

Sebanyak hampir 18.000 tentara mengambil bagian dalam latihan tahunan yang dijuluki Balikatan atau "bahu bahu" dalam bahasa Tagalog tersebut.

Latihan diadakan ketika kedua sekutu lama itu berusaha melawan keagresifan China yang semakin meningkat di kawasan Indo-Pasifik.

AS berjanji membela Filipina di Laut China Selatan yang penuh sengketa.

Dilansir dari AFP, latihan kali ini untuk pertama kalinya akan mencakup latihan tembakan langsung di Laut China Selatan, yang hampir seluruhnya diklaim oleh China.

Latihan perang yang akan berfokus pada peningkatan pertahanan maritim dan pesisir itu nyatanya dilakukan setelah China baru saja mengakhiri latihan militer selama tiga hari di sekeliling Selat Taiwan.

Dalam latihan tersebut, China salah satunya melakukan simulasi serangan presisi terhadap Taiwan.

Latihan Filipina dan Amerika Serikat kali ini dilaporkan akan berlangsung hingga 28 April 2023.

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved