Motor Kustom Flat Track Bermesin Bebek, Kombinasi Honda Karisma dan Honda WIN

Flat track menjadi satu di antara aliran kustom yang cukup digemari beberapa tahun belakangan di Indonesia. Parameternya, adu balap sepeda motor di

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Motor kustom flat track bermesin Honda Karisma milik Okky Adam. 

TRIBUNJOGJA.COM - Flat track menjadi satu di antara aliran kustom yang cukup digemari beberapa tahun belakangan di Indonesia.

Parameternya, adu balap sepeda motor di sirkuit tanah berbentuk oval, dengan lintasan tanah nan licin ini belakangan kerap digaungkan oleh komunitas kustom guna menyalurkan bakat balap maupun sekadar untuk bersenang-senang.

Umumnya, motor kustom beraliran flat track identik dengan mesin bertenaga besar. 

Akan tetapi, hal tersebut tak membatasi kustom motorcycle enthusiast, Okky Adam, untuk  membangun sebuah flat tracker dengan basis mesin tidur.

Okky memilih menggunakan mesin Honda Karisma dengan kubikasi 125 cc, motor pertama miliknya yang merupakan pemberian dari sang ayah.

Sementara untuk rangkanya, Okky menggunakan milik Honda Win.

Baca juga: Sebanyak 2 Juta Pemudik dan Wisatawan Diprediksi Masuk Bantul Saat Libur Lebaran

"Honda Karisma ini merupakan motor pertama saya belajar motor, pemberian ayah sewaktu saya masih SMP. Sampai akhirnya saya kini telah bekerja, motor ini masih ada tetap sudah tak lagi terpakai," ujar Okky kepada Gaspol 52 Tribun Jogja, beberapa waktu lalu.

Ditambahkan Okky, sempat terbesit niatan dari orangtuanya untuk menjual motor tersebut lantaran sudah tak lagi digunakan. Namun Okky meminta orangtuanya untuk mengurungkan niat tersebut, sebagai gantinya, motor tersebut akan dijadikan motor kustom.

"Sekira tahun 2016, referensi saya soal motor kustom itu dari majalah. Mulai cari referensi kustom yang cocok untuk Honda Karisma, tapi yang ada saat itu ialah Honda WIN yang dikustom. Kedua motor ini memiliki kesamaan basis mesinnya yang tidur, akhirnya saya pun mulai berburu frame Honda WIN," kata Okky.

"Nah akhirnya, saya pun mendapat motor Honda WIN eks inventaris salah satu bank, oleh pemiliknya motor ini tak lagi dipakai dan sudah lama dongkrok. Beruntungnya, bagian framenya masih utuh dan saya pun akhirnya beli seharga Rp 600 ribu," lanjutnya.

Lantaran awalnya ia tak tahu banyak soal skena kustom, ia mempercayakan pengerjaan motor kustom pertamanya di sebuah bengkel las pagar.

"Akhirnya, kustom pertama jadi sebuah motor caferacer seadanya, tak lepas dari keterbatasan budget dan pengetahuan soal kustom saat itu," ujar Okky.

Di tahun 2019, ia mulai serius menggeluti hobinya sebagai konten kreator motor kustom dan akhirnya berkenalan dengan salah seorang builder motor kustom yang menginisiasi terselenggaranya event adu kebut khusus buat motor custom dan motor vintage Slide On Sunday (S.O.S), Axial Garage.

"Lantaran ada wadahnya dalam sebuah event balap, akhirnya gatal juga dan ingin turut berpartisipasi. Akhirnya, tercetuslah ide untuk merombak caferacer, menjadi gaya flat track. Tak menggunakan basic mesin berdiri, ini sekaligus menjadi contoh bahwa kustom bisa dilakukan dengan motor apapun yang kamu punya," kata Okky.

"Apalagi, kebanyakan pasti punya motor bebek di rumah," tambahnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved