Berita Bantul Hari Ini

Sebanyak 7 Kalurahan di Bantul Terdampak Kerusakan Setelah Diterjang Hujan dan Angin Kencang

Kejadian hujan disertai angin kencang di Kabupaten Bantul pada Kamis (30/3/2023) berdampak kerusakan di beberapa titik.

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kejadian hujan disertai angin kencang di Kabupaten Bantul pada Kamis (30/3/2023) berdampak kerusakan di beberapa titik.

Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan (Pusdalops) BPBD Bantul Aka Luk Luk Firmansyah mengungkapkan dampak hujan dan angin kencang tersebar di lima kapanewon, tujuh kalurahan.  

“Estimasi sementara, kerugian mencapai Rp 14 juta,” ujarnya, Jumat (31/3/2023).

Adapun untuk data hingga Kamis sore, kapanewon yang paling banyak terdampak ada di Kapanewon Banguntapan, yakni 14 titik di Kalurahan Tamanan dan lima titik di Kalurahan Wirokerten.  

Wilayah lain yang terdampak adalah Kalurahan Pleret (kapanewon Pleret) satu titik, Kalurahan Trimulyo (kapanewon jetis) tiga titik, Kalurahan Bangunharjo (Kapanewon Sewon) dua titik, dan kalurahan Panggungharjo (Sewon) satu tiitik. Terakhir ada di Kalurahan Ngestiharjo (Kapanewon Kasihan) satu titik.  

Sementara jenis kerusakan yang dialami berupa rumah 18 titik, tempat usaha dan jaringan internet dan kendaraan masing-masing satu titik.

Baca juga: Sebanyak 48 Los Pedagang di Pasar Giwangan Rusak Akibat Diterpa Angin Kencang 30 Maret 2023

Kemudian ada pula jaringan listrik enam titik dan akses jalan tujuh titik.  

Adapun BPBD Bantul juga berencana memperpanjang masa siaga darurat bencana hidrometeorologi lantaran musim penghujan diperkirakan sampai pertengahan April mendatang. Dengan kondisi cuaca saat ini, potensi adanya bencana pun masih akan terjadi. 

Adapun sebelumnya, masa siaga darurat telah berakhir pada 25 Maret kemarin, dan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Agus Yuli Herwanta berencana memperpanjangnya.

“Perpanjangan masa siaga bencana akan memudahkan penggunaan anggaran ketika terjadi bencana yakni dengan menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT),” ucapnya.

Perpanjangan masa siaga darurat bencana hidrometeorologi ini berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisikan (BMKG) DIY bahwa saat ini masih musim penghujan hingga pertengahan April mendatang meski intensitas hujannya sudah berkurang dibanding Januari-Februari lalu. 

“Dari BMKG memprediksi Maret masih musim hujan sampai pertengahan April,” ujarnya. (nto)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved