Berita Kulon Progo Hari Ini
Lima SMP di Kulon Progo Perebutkan Juara LCC Museum 2023
Sejumlah siswa dari lima sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Kulon Progo memperebutkan juara dalam lomba cerdas cermat (LCC) museum 2023.
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Sejumlah siswa dari lima sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Kulon Progo memperebutkan juara dalam lomba cerdas cermat (LCC) museum 2023.
Final LCC digelar oleh Dinas Kebudayaan (Disbud) setempat di Hall Taman Budaya Kulon Progo, Selasa (21/3/2023).
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo, Niken Probo Laras mengatakan, LCC museum merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun untuk mengasah pengetahuan siswa perihal permuseuman.
Baca juga: BI DIY Siapkan Rp5,3 Triliun Untuk Cukupi Kebutuhan Uang Selama Ramadan
Pada 2022, materi yang diujikan dalam LCC bukan hanya perihal permuseuman melainkan juga kebudayaan.
"Jadi ada perubahan (materi) dengan tahun sebelumnya," kata Niken.
Dalam ajang final ini, LCC diikuti lima sekolah meliputi SMPN 2 Wates, SMPN 1 Sentolo, SMPN 1 Galur, SMPN 4 Sentolo dan SMPN 1 Wates. Setiap sekolah diwakili oleh tiga orang siswa.
Menurutnya, asah pengetahuan terkait permuseuman penting bagi siswa.
Pasalnya, museum merupakan tempat untuk menyimpan benda cagar budaya. Karena itu, para siswa yang ikut lomba juga harus mengerti tentang benda-benda peninggalan sejarah khususnya di Kulon Progo. Seperti batik, wayang dan lainnya.
Niken menyebut, antusias siswa di wilayahnya untuk mengikuti LCC museum cukup tinggi. Terbukti pada 2020, Kulon Progo mencapai juara II tingkat nasional yang kala itu diraih oleh SMPN 1 Wates.
Berkaca dari capaian itu, ia berharap sekolah yang menyabet juara pada LCC 2023 bisa kembali mewakili Kulon Progo dalam ajang serupa di tingkat nasional.
Kabid Bahasa, Sastra, Sejarah dan Permusiuman, Disbud Kulon Progo, Budi menambahkan, LCC museum khusus diikuti bagi siswa SMP karena mereka merupakan generasi penerus.
Sedangkan, LCC bagi siswa di tingkat sekolah menengah atas (SMA) berkaitan dengan sejarah.
Peserta LCC Museum, Clarissa Elfareta tertarik mengikuti LCC karena dirinya merasa tertantang. Apalagi museum berisi tentang budaya dan peninggalan sejarah.
"Sangat menarik. Kemarin persiapannya tidak begitu banyak, yang penting fokus terhadap materi-materi yang diujikan," ucap siswi kelas 8 SMPN 1 Galur. (scp)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/lima-SMP-di-Kulon-Progo-Selasa-2132023.jpg)