Berita Kota Yogya Hari Ini

Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Gelar Kompetisi Bahasa dan Sastra 2023

Pelestarian sastra Jawa terus dilakukan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta. Satu di antaranya dengan melakukan gelaran kompetisi

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta, Yetti Martanti membuka gelaran kompetisi bahasa dan sastra tingkat Kota Yogyakarta di Taman Pintar pada 2022 lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pelestarian sastra Jawa terus dilakukan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta. Satu di antaranya dengan melakukan gelaran kompetisi bahasa dan sastra tingkat Kota Yogyakarta 2023.

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, menjelaskan agenda itu menjadi upaya nyata pemerintah Kota Yogyakarta untuk menjaga keberlangsungan warisan sastra Jawa bagi generasi mendatang.

“Sastra Jawa sangat penting untuk dibiasakan kepada generasi muda, selain membantu mereka memahami sejarah budaya dan identitas lokal, juga mengembangkan kreatifitas, serta membantu menjaga dan melestarikan bahasa dan budaya Jawa,” tutur Yetti melalui keterangan resminya, Selasa (21/3/2023).

Baca juga: Pemkab Magelang Gelar Tasyakuran dalam Rangka Memperingati HUT ke-39 Kota Mungkid 

Maka, kompetisi bahasa dan sastra tingkat Kota Yogyakarta 2023 pun digelar secara rutin pada setiap tahunnya dengan mempertandingkan tujuh jenis lomba berupa Maca Cerkak, Maca Geguritan, Macapat, Alih Aksara, Sesorah, Panatacara dan Mendongeng, terbuka untuk warga masyarakat Kota Yogyakarta.

Sedikit berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, Kompetisi Bahasa dan Sastra 2023 kali ini berbasis masyaraka.

Artinya, lomba dikategorikan melalui jenjang usia, bukan jenjang dalam satuan pendidikan (SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA).

Sehingga, persertanya merupakan warga Kota Yogyakarta yang dibuktikan dengan identitas diri berupa KTP, KIA atau KK.

Uniknya, pada pelaksaan kompetisi tersebut dilakukan dengan aturan berusaha per kategori lomba.

Untuk kategori lomba Maca Cerkak, Maca Geguritan dan Mendongeng diwajibkan menggunakan busana bebas kreatif.

Sedangkan, kategori Alih Aksara, Macapat, Sesorah dan Panatacara diwajibkan menggunakan busana jawa lengkap atau gagrag Ngayogyakarta. (Nei)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved