Transformasi Suzuki A100 1989 Jadi Motor Trail Jadul

Sama sekali tak terselip di benak Nur Mathias Mudzakir untuk mengcustom motor jantan pertama Suzuki di Indonesia yakni Suzuki A100 miliknya, menjadi

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Suzuki A100 milik Matt yang sudah bertransformasi jadi motor trail jadul. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sama sekali tak terselip di benak Nur Mathias Mudzakir untuk mengcustom motor jantan pertama Suzuki di Indonesia yakni Suzuki A100 miliknya, menjadi bergaya vintage trail alias trail jadul.

Apalagi, untuk mengikutsertakan motor yang ia beri nama "Mustofa" ini mejeng di perhelatan custom exhibition di JEC, yang digelar pada Agustus 2022 lalu.

Suzuki A100 lansiran 1989 ini dibeli Matt, sapaan akrabnya, lantaran ia memang tak memiliki kendaraan pribadi untuk menunjang mobilitasnya ketika memutuskan berkuliah di program studi Desain Produk ISI Yogyakarta, beberapa tahun silam.

Baca juga: Daftar Resmi Pemain Timnas Indonesia untuk TC Persiapan Piala Dunia U-20 2023

Motor yang ini ia beli hasil dari mengumpulkan sisa-sisa tabungan saat duduk di bangku kuliah semester 2, didapat dengan harga Rp 1,2 juta.

"Jadi memang karena butuh motor, tapi hanya punya budget segitu. Untuk membeli motor itu pun saya alokasikan uang makan saya, seminggu numpang makan di tempat teman," kelakar Matt, saat mengawali obrolan dengan Gaspol 52 Tribun Jogja.

"Mustofa ini sangat saya sayang karena ini motor melambangkan perubahan dalam hidup saya dari waktu ke waktu. Motor ini juga yang menemani saya saat merintis karir sebagai seorang ilustrator," tambahnya.

Lantaran budget yang kala itu memang sangat terbatas, Matt memutuskan membeli Suzuki A100 dengan surat-surat yang lengkap, namun kondisi ala kadarnya. Bahkan Matt tak ragu menyebut, motor tersebut tak ubahnya kendaraan yang digunakan untuk ngarit atau mencari rumput untuk pakan ternak.

Wajar saja, Suzuki A100 memang kendaraan yang usianya sudah cukup tua. Bahkan, Suzuki A100 pertama kali masuk dalam bursa otomotif Indonesia pada tahun 1973. 

Secara desain tampilan memang jauh berbeda ketika disandingkan dengan motor sport masa kini yang identik dengan lekuk tajam dan berkesan futuristik. Meski dengan bentuk yang serba bulat, motor klasik ini sempat menjadi primadona pada masanya.

Motor ini terbilang ringan, karena berat kosongnya hanya 83 Kg saja. Meski demikian, motor ini didukung oleh mesin dua langkah berkapasitas 98cc yang menghasilkan daya puncak sebesar 9,3 hp pada 7500 rpm. Kecepatan maksimum yang mampu ditempuh motor ini dikabarkan bisa mencapai 100 km per jam.

Nah lewat Suzuki A100 ini pula Matt mulai berkenalan dengan dunia kustom, mendapatkan kawan yang berujung partner berkembang bersama.

"Seiring waktu dan meningkatnya karier serta atas izin Allah dan doa ibu, saya percantik motor ini hingga demikian. Dari saya yang bukan apa-apa, menjadi lebih baik. Memang benar nama adalah doa, Mustofa yang berarti kemuliaan Insya Allah membawa kemuliaan kepada saya," ujar Matt.

Diceritakan Matt, pengerjaan motor ini dilakukan secara berkala. Lantaran awalnya ia baru berkenalan dengan dunia kustom, motor diubah tampilannya ala chopper.

"Lantas saya mulai mengulik soal motor beberapa bulan kemudian, akhirnya ketemu gaya kustom yang saya rasa cocok yakni dibikin ala trail tua," ujarnya.

Proses pengerjaan pun tak lantas ia serahkan sepenuhnya pada bengkel, sebab ia terjun langsung dalam tahap pengecatan tangki, rangka dan swing arm.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved