Perang Rusia Vs Ukraina
Tank Leopard Kiriman Barat Mulai Muncul di Pertempuran Bakhmut Ukraina
Tank tempur utama Leopard buatan Jerman dilaporkan mulai muncul di pertempuran Bakhmut Ukraina. Polandia mengatakan tank sudah dikirim ke Kiev.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW - Tank tempur utama Leopard buatan Jerman dilaporkan awal pekan ini mulai terlihat di medan tempur Artemovsk atau Bakhmut, wilayah Donetsk.
Pejabat Ketua Republik Rakyat Donetsk, Yan Gagin, mengklaim laporan itu lewat saluran Rossiya TV, dikutip Ria Novosti, Selasa (28/2/2023).
“Ada pernyataan Leopard muncul di daerah Artemovsk. Ini adalah target kendaraan lapis baja yang sama seperti yang lainnya,” kata Yan Gagin.
Menurutnya, sudah jelas Ukraina kini kehilangan Artemovsk, dan satu-satunya pertanyaan adalah soal kapan itu akan terjadi.
Musuh mengakui tidak dapat memasok garnisunnya, yang menurut Gagin mmenunjukkan mereka praktis akan hancur.
Menteri Pertahanan Polandia Mariusz Blaszczak pada akhir pekan lalu, tank Leopard yang dikirim dari Warsawa sudah berada di Ukraina.
Baca juga: Prigozhin : Tank Leopard Bakal Terbakar di Medan Tempur Ukraina
Baca juga: Rusia Siapkan Robot Tempur "Marker" untuk Hadapi Tank Leopard 2 dan M1 Abrams
Baca juga: Rudal Kornet, Vikhr, Ataka dan Peluru Mango Bisa Lumat Tank Leopard 2
Otoritas Polandia menyatakan kesiapannya untuk mengirim Angkatan Bersenjata Ukraina hingga 14 kendaraan tempur sebagai bagian dari koalisi internasional.
Sebelumnya, negara tersebut telah mengirimkan sekitar 250 tank T-72 era Soviet.
Selain Polandia, Jerman, Spanyol, Kanada, Finlandia, menyatakan kesanggupannya memasok tank tempur berat ini.
Leopard 2 adalah tank tempur utama tentara Jerman. Mesin tersebut dilengkapi dengan sistem radiasi, kimia, proteksi biologis dan sistem pemadam api otomatis.
Tank ini dipersenjatai senapan smoothbore Rheinmetall RH-M-120 120mm dan dapat membawa 42 peluru untuk meriam utama.
Persenjataan tambahan termasuk dua senapan mesin, salah satunya dipasangkan dengan senjata utama, dan yang kedua antipesawat dan dipasang di atas atap.
Moskow telah berulang kali menekankan pasokan senjata barat ke Kiev hanya akan memperpanjang konflik.
Artyomovsk terletak di bagian wilayah Donetsk yang masih dikuasai Ukraina, di utara kota besar Gorlovka, dan merupakan pusat transportasi penting untuk memasok kelompok pasukan Ukraina di Donbass.
Menurut Pejabat Ketua DPR Denis Pushilin, hampir semua jalan menuju kota berada di bawah kendali tembakan unit Rusia.
Sementara itu media Ukraina melaporkan jumlah tentara Ukraina yang terluka di Artemovsk telah meningkat secara signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Laporan itu muncul di media Obozrevatel edisi Ukraina, mengutip kepala salah satu petugas layanan medis.
“Dokter saya bekerja hampir sepanjang waktu. Jika selama delapan atau sembilan bulan rotasi saya memiliki rata-rata sekitar 50-60 pasien, sekarang ini terjadi lebih banyak per hari. Banyak pekerjaan,” kata petugas medis di Bakhmut.
Kekhawatiran kini tumbuh di Uni Eropa, pasokan senjata ke Kiev tidak berkontribusi pada dimulainya pembicaraan damai dengan Moskow.
Laporan ini muncul di pemberitaan media terkemuka Inggris, Financial Times.
Beberapa diplomat Uni Eropa juga secara pribadi mempertanyakan apakah pasokan senjata untuk konflik sejalan dengan misi perdamaian Eropa.
Menurut surat kabar tersebut, bahkan politisi negara anggota UE yang mendukung Ukraina pun dikejutkan dengan perkataan kepala diplomasi Eropa, Josep Borrell.
Borrel menggagas ide Dana Eropa untuk membiayai pasokan jet tempur untuk Angkatan Bersenjata Ukraina.
Borrell mengatakan pertemuan menteri pertahanan Uni Eropa awal Maret ini, dia akan mengajukan proposal khusus untuk meningkatkan produksi amunisi di Uni Eropa.
Dia menyerukan pasokan senjata yang lebih cepat ke Ukraina.
Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov menekankan setiap kargo barat berisi amunisi akan menjadi sasaran yang sah bagi tentara Rusia.(Tribunjogja.com/RiaNovosti/RussiaToday/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Tank-Leopard-Bundeswehr.jpg)