Perang Rusia Vs Ukraina

Puluhan Ribu Demonstran di Jerman Serukan Stop Persenjatai Ukraina

Puluhan ribu demonstran berkumpul di Berlin, Jerman menyerukan stop persenjatai Ukraina. Demo digalang tokoh Partai Kiri Sahra Wagenknecht.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Twitter/Sevim Dagdelen
Lautan massa demonstran berkumpul di Gerbang Brandenburg Berlin, Jerman. Mereka menolak perang Ukraina, stop persenjatai Ukraina dan menuntut penyelesaian damai konflik. 

Ia bersikeras Rusialah yang tidak mau datang ke meja perundingan, meskipun banyak upaya Moskow sejak awal konflik untuk menyelesaikan berbagai hal secara damai.

Saat demonstrasi akbar digelar di Berlin, Kanselir Olaf Scholz tengah tur ke India, menemui Perdana Menteri India Narendra Modi.

Kedua pemimpin disebut turut mendiskusikan perkembangan di Ukraina, tetapi menurut Menteri Luar Negeri India Vinay Mohan Kwatra, sikap India sudah jelas.

Dia menekankan New Delhi telah mengkhawatirkan dampak terhadap ketahanan pangan, pupuk, dan bahan bakar, yang merugikan ekonomi berkembang di Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

Secara kolektif Kawasan ini dikenal sebagai Global South. Kwatra menyatakan Jerman memiliki keprihatinan yang serupa dengan India.

Jerman mendukung penghentian permusuhan antara kedua negara lebih awal, dan mengakui kompleksitas dalam ekonomi global yang muncul dari situasi tersebut.

Dia mengatakan baik New Delhi dan Moskow memiliki pemahaman yang mendalam tentang posisi masing-masing di PBB.

Komentar tersebut dibuat sehubungan dengan tindakan India di Majelis Umum PBB (UNGA) pada Kamis.

India adalah salah satu dari 32 negara yang abstain dari pemungutan suara pada resolusi UNGA yang mengutuk ‘invasi' Rusia ke Ukraina.

“India dan Jerman sepakat dialog dan diplomasi adalah jalan ke depan karena perdamaian bermanfaat bagi semua negara berkembang. Kedua negara mendukung penguatan konstituensi perdamaian,” tambahnya.

“Pemimpin Jerman, yang melakukan kunjungan perdananya ke India sejak menjabat pada akhir 2021, tampak terkesan dengan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi negara itu. Dia terakhir mengunjungi India pada 2012 sebagai Wali Kota Hamburg,” kata Kwatra.

Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan India dan Jerman berkomitmen untuk mewujudkan potensi mereka yang belum dimanfaatkan di sektor-sektor seperti kerja sama keamanan dan pertahanan.

Jerman sedang dalam pembicaraan dengan India untuk menjual enam kapal selam konvensional seharga $5,2 miliar.

Para ahli melihat langkah itu sebagai upaya untuk menyapih New Delhi dari ketergantungannya pada perangkat keras militer Rusia.

Tapi taktik itu tampak bermuka dua karena hubungan perdagangan Jerman yang kuat dengan China dan Rusia.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved