Perang Rusia Vs Ukraina

Trump Kecam Para Globalis dan Penghasut Perang di Pemerintahan AS

Mantan Presiden AS Donald Trump mengecam para globalis dan penghasut perang di pemerintahan AS terkait perang Rusia-Ukraina.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
MANDEL NGAN / AFP
Presiden AS Donald Trump berbicara pada malam pemilihan di Ruang Timur Gedung Putih di Washington, DC, pada awal 4 November 2020. 

Meskipun Trump adalah presiden pertama dalam beberapa dekade yang tidak melibatkan AS dalam konflik asing baru, dia dikritik karena mempekerjakan John Bolton sebagai penasihat keamanan nasionalnya.

Trump juga dikecam karena mengizinkan serangan rudal ke Suriah, dan Trump pula yang jadi presiden saat Pentagon dan CIA menewaskan Jenderal Qassem Soleimani.

Sementara Presiden Joe Biden berjanji memasok senjata ke Kiev tanpa batas waktu, Trump mengatakan dia akan menelepon Presiden Ukraina Vladimir Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin jika terpilih dan membuat kesepakatan dalam 24 jam.

“Saya benar-benar akan mulai menelepon, bukan sejak hari saya mengambil alih, tetapi sejak malam saya menang. Saya akan memanggil dua orang... (Presiden Rusia Vladimir) Putin... dan (Presiden Ukraina Vladimir) Zelensky. Saya akan mengatakan kita akan bertemu. Saya jamin saya bisa menyelesaikannya," kata Trump.

"Saya akan memberi tahu satu orang ini, dan saya akan memberi tahu satu orang... kami akan membuat kesepakatan dalam 24 jam," katanya.

Trump melanjutkan, terus menuangkan uang di Ukraina menunda penyelesaian damai dan membuat banyak orang terbunuh.

Dalam beberapa bulan terakhir, Trump telah berulang kali meminta AS untuk memimpin dalam negosiasi penyelesaian damai di Ukraina, sambil mengecam cara Presiden Joe Biden menangani konflik tersebut.

Pada akhir Januari, dia mengklaim penggantinya telah membawa kita ke jurang Perang Dunia III melalui kelemahan dan ketidakmampuan.

Dia juga mengutuk keputusan AS untuk mengirim tank M1 Abrams ke Ukraina, dengan mengatakan langkah itu dapat menimbulkan perang nuklir.

Komentar Trump muncul saat Biden melakukan kunjungan mendadak ke Kiev pada hari Senin untuk bertemu secara pribadi dengan Zelensky.

Biden menjanjikan bantuan keamanan senilai $500 juta ke Ukraina, termasuk lebih banyak amunisi artileri, roket, dan sistem anti-lapis baja.

Rusia telah berulang kali memperingatkan barat agar tidak memasok senjata ke Ukraina, dengan alasan itu hanya akan memperpanjang konflik.

Moskow juga mengatakan bahwa pengiriman senjata membuat barat menjadi pihak langsung dalam permusuhan.(Tribunjogja.com/RussiaToday/xna)

 

 

 

 

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved