Politik Global
Menlu Uganda : Afrika Tahu Siapa Sesungguhnya Musuh Mereka
Menlu Uganda Abubaker Jeje Odongo menegaskannegara-negara di Agrika tahu siapa musuh mereka. Ia mengingatka para bekas penjajah Afrika tak mendikte.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Ia mencatat organisasi tersebut memantapkan dirinya sebagai mekanisme yang efektif untuk kerja sama politik, ekonomi dan kemanusiaan multilateral.
Putin memuji struktur internasional yang berwibawa ini memainkan peran penting dalam menyelesaikan konflik dan krisis lokal, memperkuat ketetanggaan yang baik, keamanan dan stabilitas di benua Afrika.
Putin juga mencatat bagi Rusia, negara-negara Afrika selalu dan tetap menjadi mitra penting dan andal, dengan siapa Moskow dipersatukan oleh keinginan untuk membangun dunia multipolar yang adil.
Dunia yang berkembang berdasarkan kesetaraan sejati dan aturan hukum internasional, serta kebebasan dari diskriminasi, perintah paksa dan tekanan sanksi.
Presiden Rusia juga mencatat KTT Rusia-Afrika yang diadakan pada 2019 menciptakan kondisi yang baik untuk meningkatkan hubungan persahabatan baik di tingkat bilateral maupun multilateral.
Putin menyatakan keyakinannya pertemuan kedua dalam format ini, yang akan diadakan di St Petersburg pada Juli, akan membantu memperluas kerja sama Rusia dan Afrika.
"Saya akan senang melihat Anda di St Petersburg. Saya berharap dapat melanjutkan kerja sama yang konstruktif untuk kepentingan negara dan rakyat kita,” kata Putin.
Presiden Rusia menekankan agar Rusia dan Afrika memastikan pembangunan yang damai dan sejahtera di benua Afrika.
“Saya dengan tulus berharap sukses dan semua yang terbaik untuk peserta majelis menyimpulkan," kata Putin.
KTT AU di Addis Ababa didahului pertemuan tingkat Menteri pada 15-16 Februari. Para menteri membahas masalah paling mendesak di benua itu, seperti meningkatnya ketidakamanan dan perlunya memperkuat hubungan ekonomi.
Para menteri luar negeri Afrika menyerukan upaya bersama untuk meningkatkan posisi benua itu di dunia, memajukan integrasi benua, dan membina kerja sama antardaerah.
Tema utama KTT yang sedang berlangsung adalah percepatan Kawasan Perdagangan Bebas Benua Afrika (AfCFTA).
Perjanjian AfCFTA, yang mengatur penghapusan tarif dan hambatan perdagangan, ditandatangani pada musim semi 2018 dan, setelah diratifikasi, menjadi mengikat secara hukum pada musim panas tahun berikutnya.
Operasi praktis AfCFTA dimulai pada 1 Januari 2021. Perjanjian tersebut menyediakan koneksi bertahap ke AfCFTA dari semua sektor baru ekonomi negara-negara Afrika.
KTT tersebut diharapkan dapat memberikan dorongan tambahan bagi kawasan perdagangan bebas kontinental, termasuk komponen keuangannya.
Selain itu, ada rencana untuk membuat satu mata uang Afrika.(Tribunjogja.com/Sputniknews/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Posisi-Negara-Chad-di-Afrika.jpg)