Jet Tempur F-22 Raptor AS Tembak Jatuh Objek Tak Dikenal di Langit Kanada
Jet tempur F-22 Raptor AS di Pangkalan Elmendorf Alaska menembak jatuh objek di ketinggian langit di Kanada utara. Objek itu bukan balon.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Penembakan hari Sabtu terjadi setelah China menekankan perangkat itu hanyalah balon cuaca sipil China yang telah meledak.
Departemen Pertahanan AS pada Jumat mengkonfirmasi objek di ketinggian tinggi telah ditembak jatuh di atas perairan beku Alaska.
Pejabat militer AS menentukan perangkat tersebut menimbulkan ancaman yang masuk akal bagi keselamatan penerbangan sipil.
Berita jatuhnya pesawat pertama kali dikonfirmasi oleh juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby.
Objek Ketinggian Bukan Balon
Pernyataan resmi pemerintahan Biden mengungkapkan objek tak dikenal itu pertama kali terdeteksi Kamis malam, dan perintah penembakan resmi dikeluarkan oleh Presiden AS Joe Biden Jumat pagi.
Tidak sampai kira-kira 1:45 siang, objek tak dikenal itu resmi disingkirkan. Berbeda dengan balon China yang jatuh sebelumnya, para pejabat menggarisbawahi objek ketinggian tinggi itu "jauh lebih kecil", dan tampak seukuran mobil mini.
"Benda itu terbang di ketinggian 40.000 kaki, dan menimbulkan ancaman yang masuk akal bagi keselamatan penerbangan sipil," kata Kirby kepada wartawan pada briefing Jumat.
Ia menambahkan para pejabat tidak melakukan kontak dengan China atas perkembangan tersebut.
Saat ini, otoritas AS tidak tahu entitas apa yang memiliki perangkat tersebut, atau apa sifatnya.
Kirby menggarisbawahi AS menyebut ini objek karena itulah deskripsi terbaik yang mereka miliki saat itu.
Markas pusat militer AS mengontak Pangkalan Udara Elmendorf Alaska untuk membantu operasi menjatyuhkan objek itu.
Pilot pesawat tempur terbang di samping objek tersebut dan menyimpulkan perangkat itu tidak berawak. Para pejabat mengatakan tidak ada indikasi perangkat itu dapat bermanuver.
Pada akhirnya, satu jet tempur F-22 dari pangkalan Elmendorf digunakan dalam operasi tersebut, menandai kejadian kedua di mana model pesawat tersebut terlibat dalam misi tempur udara-ke-udara.
Rudal Sidewinder AIM-9X, yang pertama kali beroperasi pada 1956, digunakan dalam penembakan itu.(Tribunjogja.com/RussiaToday/Sputniknews/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jet-tempur-siluman-f-22-raptor-milik-angkatan-udara-as.jpg)