Rilis Single 'Kudu Lali', Apri Damai Populerkan Kosakata Bahasa Jawa
Solois pria asal Yogyakarta, Apri Damai, merilis single terbarunya bertajuk "Kudu Lali" pada awal Januari 2023 ini. Sekadar informasi, ini merupakan
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Solois pria asal Yogyakarta, Apri Damai, merilis single terbarunya bertajuk "Kudu Lali" pada awal Januari 2023 ini.
Sekadar informasi, ini merupakan single ke-13 yang telah dipublikasikannya melalui berbagai platform musik dan youtube.
Dalam single ini, Apri konsisten menggunakan campuran bahasa Jawa kromo dan ngoko.
Sebab, Apri Damai ingin mewariskan kosakata Jawa yang tak populer, jarang digunakan, jangan sampai kata-kata itu punah.
Baca juga: SGM Eksplor Gandeng Mitra Retail di Yogyakarta, Salurkan Paket Donasi Nutrisi dan Sembako
Kata-kata itu seperti anila yang artinya angin, mawa swara artinya membawa suara, untapke artinya menghantar, dan lain sebaginya. Judul lagu Apri Damai lainnya pun menunjukkan kekhasan bahasa yang jarang didengar bahkan oleh orang Jawa sekalipun, misalnya lagu Murang Inilang, Udan Wulangun, Karep Kromo, Lir Pepadhang, Bujang Maligai, Gung, dan Lakuku.
"Semua lagu menghadirkan lirik penuh makna dengan dibalut bahasa Jawa Kawi (Bahasa Pedalangan) dicampur bahasa Jawa Ngoko agar tetap dipahami konteksnya," kata pria yang juga berprofesi sebagai dosen ini.
Diceritakannya, lagu "Kudu Lali" berkisah tentang sepasang kekasih beda agama. Perbedaan yang sulit ditemukan solusinya. Hal itu tergambar dalam lirik lagu yang ditulis Apri.
"Masalah beda agama memang pelik, solusi sulit didapat, kenyataanya rasa cinta itu manusiawi, tak ada yang salah dalam cinta," kata Apri Damai.
Walaupun demikian, Apri Damai menyajikan gugatannya pada lirik pados dalan pundi ora ketemu, bedo manembah Gusti ingkang siji, jenengmu sih ning ati (mencari berbagai jalan/cara tidak ketemu solusi, kita berbeda cara ibadah walaupun Tuhan hanya satu, namamu masih tetap di hati).
Kesederhanaan aransemen dan video klip sengaja disajikan dalam karya ke-13 ini. Sebuah gagasan 'kreatif tanpa tapi' sebagai konsep karya terbarunya.
Konsep dan ide yang kuat akan mengalahkan segala keterbatasan alat maupun sumber daya lainnya.
Instrumen lagu ini hanya dengan gitar bolong, diramu dengan digital instrument DAW (Digital Audio Workstation).
Take vocal dilakukan di kamar, video direkam dengan ponsel di sebuah bengkel Las di Bantul, semuanya milik kawan.
Konsep video klip tak kalah sederhana, Apri Damai berperan sebagai pegawai bengkel las, dengan style khas, lusuh, bersenandung sembari bekerja, sesekali menari dan galau.
Idenya sangat kreatif, fresh, dan out of box.
Selain berprofesi sebagai musisi, Apri juga menekuni dunia akademik.
Dia merupakan dosen di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Baca juga: Pegiat Literasi Minta Warganet Tak Mudah Terpancing Isu BPA di Galon Isi Ulang
Saat ini, pria yang sudah menghasilkan 12 buku itu sedang menempuh studi S3 Bahasa Indonesia di UNS Solo.
"Musik adalah salah satu cara masuk lebih dekat ke mahasiswa. Menyapa mahasiswa dengan tidak menggurui, mengajak mahasiswa kreatif dengan konkret, tidak hanya ujaran. Misinya adalah mengajak para pendidik dan orang tua harus gaul, kekinian, masuk dan memahami mereka, beranjak menyapa dengan karya. Sudah tidak zamannya konservatif alias kolot," pungkasnya.
Adapun kesemua lagu Apri Damai dapat dinikmati di platform musik digital dan di channel Youtube Apri Damai.
Lagu terbarunya Kudu Lali diciptakan oleh Apri Damai sendiri bersama dengan isian instrumen gitar akustik.
Aransemen musik dibantu sahabatnya Zispandio Ismail atau biasa disapa Mas Jipan. (Han)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Apri-Damai-merilis-single-terbarunya-berjudul-Kudu-Damai.jpg)