Politik Global

Menlu Hongaria Kecam Dubes AS Campuri Urusan Internal Negaranya

Menteri Luar Negeri Hongaria Peter Szijjarto mengecam Dubes AS di Budapest karena dianggap mencampuri urusan dalam negeri Hongaria.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Shutterstock
Budapest, Hongaria 

Mayoritas orang Hongaria menentang sanksi yang dijatuhkan barat terhadap Rusia atas Ukraina dan percaya sanksi itu merugikan perekonomian negara.

Dalam sebuah postingan di Facebook, pemerintah Hongaria mengungkapkan 97 persen orang Hongaria menolak sanksi yang menyebabkan kerusakan serius.

Pesannya jelas: kebijakan sanksi Brussel (Uni Eropa) harus ditinjau kembali.

 

Alexandra Szentkiralyi, juru bicara pemerintah, mengatakan pembatasan yang diberlakukan UE terhadap Rusia atas Ukraina telah gagal menghentikan konflik.

Justru sanksi itu menimbulkan banyak masalah ekonomi bagi Eropa. Dalam hal ini, Hongaria cenderung menolak pembatasan minyak dan sanksi gas yang direncanakan.

“Orang-orang yang mengambil bagian dalam konsultasi mengatakan tidak yang jelas terhadap sanksi yang semakin meningkatkan harga pangan atau menambah beban pada pariwisata Eropa,” tambah Szentkiralyi.

Juru bicara itu menunjukkan Hongaria adalah negara UE pertama yang melakukan jajak pendapat kepada warganya tentang dampak sanksi tersebut.

Dia juga menggambarkan konsultasi tersebut sebagai pedoman bagi pejabat publik Hongaria untuk menentukan Langkah berikutnya.

Dia berterima kasih kepada sekitar 1,4 juta orang yang mengambil bagian dalam survei, mencatat hasil rinci akan dirilis dalam waktu dekat.

Konsultasi tentang masalah tersebut diluncurkan pada pertengahan Oktober dan mencakup tujuh pertanyaan tentang sanksi terhadap ekspor minyak, gas, bahan mentah, serta nuklir dan pariwisata.

Dalam beberapa bulan terakhir, sanksi yang dijatuhkan Barat terhadap Rusia atas konflik Ukraina telah memperburuk krisis energi Eropa, menyebabkan harga bahan bakar dan biaya hidup melonjak.

Bulan lalu, Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov mengatakan sanksi tersebut berdampak besar pada ekonomi Eropa.

Dia juga mengklaim AS adalah satu-satunya negara yang diuntungkan dari mereka, karena telah menjual gas alam cair ke Eropa dengan harga yang menggiurkan.(Tribunjogja.com/RussiaToday/xna)

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved