Konflik Iran Vs Israel
Militer Israel Siaga Tinggi Antisipasi Serangan Balasan Iran
Militer Israel meningkatkan kesiagaan mengantisipasi aksi balasan Iran menyusul serangan drone dan jet tempur Israel ke Iran dan Irak.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, BEIRUT - Israel telah meningkatkan kewaspadaan mengantisipasi serangan pembalasan Iran setelah serangan drone mereka ke Isfahan akhir pekan lalu.
Outlet media Israel Kan menyebutkan ada diskusi sedang berlangsung di institusi keamanan dan militer dalam beberapa hari terakhir mengenai perkiraan waktu balas dendam Iran.
Iran menjanjikan balasan setimpal menyusul serangan drone ke Isfahan, dan juga konvoi truk Iran di pintu perbatasan Al Bukamal, Irak-Suriah.
Roi Sharon, seorang analis urusan militer di Kan, membenarkan pasukan Israel telah menaikkan tingkat kewaspadaan karena takut akan pembalasan Iran.
Dia menekankan di antara skenario yang harus diperhitungkan adalah serangan menggunakan drone, roket, atau rudal dari Yaman, Suriah, atau Irak.
Selain itu, drone bunuh diri, adalah kemungkinan lainnya. Naiknya level kesiagaan Iran dilakukan setelah keterlibatan Israel diungkap pejabat pertahanan AS.
Pejabat AS itu mengkonfirmasi Israel melakukan serangan yang gagal di sebuah kompleks militer di Isfahan awal pekan lalu.
Baca juga: Fakta-fakta Serangan Israel ke Iran dan Propaganda Putarbalikkan Peristiwa
Baca juga: Dua Drone Israel Hantam Pabrik di Iran, Satu Drone Lain Ditembak Jatuh
Televisi negara Iran menyiarkan rekaman setelah tiga drone yang menargetkan kompleks Kementerian Pertahanan Iran.
Rekaman video itu menunjukkan hanya ada kerusakan kecil pada langit-langit dan fasilitas itu beroperasi secara normal.
Rekaman lain menunjukkan beberapa bagian dari puing-puing drone setelah ditembak jatuh oleh pertahanan udara Iran.
Sementara itu, Or Heller, koresponden urusan militer untuk Israel Channel 13, mengatakan keamanan dan militer menanggapi ancaman pembalasan Iran dengan sangat serius.
Ia menambahkan ketegangan antara Israel dan Iran sangat tinggi.
Itay Blumenthal, koresponden militer Kan lainnya, mengatakan selain target di Israel, “ran dapat melakukan pembalasan di tempat lain.
Oleh karena itu, dimungkinkan untuk menargetkan kedutaan atau pejabat kami di luar negeri, selain kemungkinan Teheran akan mencoba untuk merusak kapal Israel di perairan internasional.
Blumenthal menambahkan beban berat kini dihadapi institusi keamanan dan militer Israel, dalam beberapa hari mendatang, karena berbagai kemungkinan pembalasan Iran.
Tingkat kewaspadaan Israel yang meningkat juga terjadi setelah pesawat-pesawat tempur Israel membombardir konvoi truk Iran yang melewati perbatasan Al-Bukamal antara Suriah dan Irak.
Tiga truk pembawa bahan pangan dan logistik terbakar. Total ada 25 truk bermuatan bantuan kemanusiaan untuk dikirim ke Suriah, maupun kemungkinan Lebanon.
Truk-truk memasuki Suriah setelah menyelesaikan semua persetujuan yang diperlukan dari pihak Suriah dan Irak, membawa tepung, beras, dan beberapa bahan makanan lainnya.
Sumber informasi Iran mengkonfirmasi tidak ada orang Iran yang terluka dalam agresi yang menargetkan konvoi truk Iran di Al-Bukamal, Suriah.
Kantor berita IRNA mengutip sumber yang mengatakan tidak ada yang tewas dalam agresi tersebut. Hanya satu pengemudi Suriah yang terluka dan telah dirawat.
Serangan beruntun Israel ini diduga kuat sudah mendapat lampu hijau Washington. Erat kaitannya dengan masa depan perundingan kegiatan nuklir Iran.
Israel sangat berkepentingan Iran dilemahkan, dan digagalkan usahanya menguasai teknologi berbasis nuklir.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran memperingatkan pemerintah AS setiap pelanggaran terhadap kepentingan atau wilayah Iran akan menimbulkan tanggapan tegas.
Peringatan itu ditujukan ke pejabat Kemenlu AS terkait kelanjutan perundingan JCPOA atau Kesepakatan Nuklir Iran.
Dia mengatakan Iran telah berulang kali menegaskan kembali sifat damai dari kegiatan nuklirnya dan ini dibuktikan banyak laporan Badan Energi Atom Internasional.
Juru bicara Kemenlu Iran, Nasser Kanaani menegaskan senjata nuklir tidak memiliki tempat dalam doktrin keamanan nasional Republik Islam Iran.
Pada saat yang sama, tambahnya, Iran tidak menghentikan kemajuan ilmiah dan teknologinya di bidang nuklir dan akan melanjutkan program nuklirnya sebanyak yang diperlukan.
Kanaani menambahkan selama kerusuhan baru-baru ini di Irab, rakyat Iran sekali lagi melihat bagaimana AS dan beberapa sekutu Eropanya bertindak jahat.
Juru bicara itu akhirnya mencatat pemerintah AS dan mitra Eropanya tidak akan mendapatkan apa pun dari kebohongan mereka yang terus berlanjut tentang urusan dalam negeri Iran.(Tribunjogja.com/RussiaToday/AlMayadeen/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jet-tempur-israel.jpg)