Perang Rusia Vs Ukraina

Tentara Rusia Segera Pakai AK-12, Varian Termodern Senapan AK-47

Senapan serbu AK-12 menjadi varian termodern seri senapan serbu legendaris Avtomat Kalashnikov. AK-47 menjadi senapan paling kondang di dunia.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Wikipedia Common
Senapan serbu AK-12 telah menjalani ujicoba dan tes tempur di medan perang Ukraina. Varian termodern seri Avtomat kalashnikov ini akan menjadi senjata resmi pasukan Rusia, selain AK-74 yang kini dipakai tentara Rusia. 

TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW - Konsorsium pertahanan Rostec Rusia telah menyelesaikan pemutakhiran senapan serbu Kalashnikov AK-12.

Produk senapan otomatis modern itu akan memulai produksi model terbaru tahun ini. Ini adalah generasi kelima dari senjata api legendaris AK-47.

Kepala Rostec, Sergey Chemezov, dikutip Sputniknews, menjelaskan desain baru mencerminkan pengalaman yang diperoleh pasukan Rusia selama operasi militer di Ukraina.

“Kami bekerja sama dengan militer dan mendapatkan umpan balik mereka,” katanya saat meluncurkan versi senapan baru pada Jumat akhir pekan lalu.

“Kami dapat segera bereaksi terhadap perubahan kebutuhan (tentara) dan memperkenalkan perubahan konstruksi serta meningkatkan produk kami,” katanya.

Menurut Chemezov, model AK-12 yang baru menerima peningkatan besar dan jauh lebih ramah pengguna dan ergonomis. “Model baru akan diproduksi massal tahun ini,” imbuhnya.

AK-12 kaliber 5.45mm telah meningkatkan akurasi operasional dan kepadatan api dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

Ini juga menampilkan beberapa rel Picatinny untuk melengkapi fitur bidik senjata dan indikator target laser.

Senjata tersebut hanyalah salah satu produk mutakhir Grup Kalashnikov, yang juga mencakup senapan serbu AK-19 5,56x45mm dan senapan mesin ringan PPK-20 9mm.

Grup ini memproduksi senapan serbu AK-15 dengan kaliber 7.62mm untuk Angkatan Darat Rusia dan AK-19 untuk klien internasional.

Senapan AK-12 Varian Terbaru AK-47
Senapan serbu AK-12 ini menjadi senapan termodern seri Avtomat Kalashnikov yang digunakan tentara Soviet hingga Rusia saat ini. AK-12 telah menjalani uji tempur di medan perang Ukraina.

Sebelumnya pada Januari, Grup Kalashnikov, yang merupakan bagian dari Rostec, melaporkan rekor peningkatan produksi selama 20 tahun.

Divisi senjata api memproduksi 40 persen lebih banyak senjata kecil militer dan sipil pada tahun 2022 dibandingkan tahun 2021.

Kalashnikov memenuhi 45 kontrak militer negara, 24 perjanjian kerja sama militer-teknis, dan satu kesepakatan untuk melisensikan produksi di tempat lain.

Ia menggambarkannya perkembangan itu sebagai kesepakatan terbesar dalam sejarah.

Para pejabat Rusia mengatakan industri pertahanan negara itu bekerja keras sebagai tanggapan terhadap pendukung barat Kiev yang "memompa" Ukraina dengan senjata.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved